• Vino Bastian

    Aktor terbaik indonesia dengan bayaran termahal 2009 oleh FFI setelah menggeser posisi Tora Sudiro

  • Agnes Monica

    Penyanyi solo energik dan multi tallent memuli go internasional berawal dari duet bersama Jery Yan (korea) dan mendapat penghargaan Best Asian Artist Awards

  • Entis Sutisna alias SULE

    Pelawak jebolan sebuah ajang audisi lawak yang saat ini menjadi idola setiap pecinta komedi.

  • Choky Sitohang

    Menjadi Pembawa acara yang sangat murah senyum dan terkesan proffesional,terlihat dari cara berbusananya yang formal dan berdasi

  • NOAH

    Selalu menjadi idola bahkan setelah vokalisnya Aril terjerat kasus hukum pornografi dan menginap di jeruji besi bertahun-tahun

Tampilkan postingan dengan label band. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label band. Tampilkan semua postingan

Vierra

Anggota
    Kevin Aprilio(piano/keyboard)
    Widy Soediro Nichlany (vokal)
    Raka Cyril Damar (gitar)
    Satryanda Wijanarko (drum)

Vierratale (dulunya Vierra) merupakan sebuah grup band musik asal Jakarta, Indonesia yang dibentuk pada November 2008.Pada saat tampil mereka menggunakan bantuan seorang bassist tambahan bernama Deryansha Azhary. Genre musik Vierra dapat dikategorikan sebagai powerpop[2] dan pop rock. Sampai saat ini mereka telah merilis 2 buah album yaitu My First Love (2009). dan Love, Love and Love (2011).

Bagi para penggemar Vierra, mereka memiliki sebuah komunitas fans club bernama Vierrania yang dibentuk pada Maret 2009.

Pertemanan keempat personel Vierra bearawal dari pertemuan mereka di situs jejaring sosial Friendster.Pada awalnya, Kevin berniat mengajak Tryan yang sudah ia kenal lebih dulu untuk membentuk sebuah band. Tryan kemudian mengenalkan Kevin kepada Raka untuk mengisi posisi gitar. Setelah itu mereka bertiga sepakat untuk membentuk sebuah band. Lalu, masih didalam Friendster, Raka memperkenalkan Widy kepada Kevin dan Tryan untuk mengisi posisi sebagai vokalis. Kevin yang merasa karakter vokal Widy cocok dengan konsep musiknya, lalu menerimanya sebagai vokalis.

Pada awalnya Kevin mengusulkan nama "Andante" sebgai nama band mereka. Namun merasa kurang cocok dengan nama tersebut, Tryan lalu mengajukan nama "Vierra" yang berarti "empat". Vierra pun resmi terbentuk pada bulan November 2008

Pada akhir Februari 2009, Vierra merilis album perdana mereka berjudul My First Love. Kevin mengatakan judul My First Love cukup menggambarkan bahwa "album ini memang benar-benar seperti remaja yang pertama kali jatuh cinta. Begitu polos."

Sebagai single pertama, mereka merilis "Dengarkan Curhatku" pada Maret 2009. "Dengarkan Curahtku" dengan cukup cepat berhasil menduduki peringkat 5 besar di chart Dahsyat, MTV Ampuh, Derings, dan Inbox. Hal ini membuat nama Vierra langsung melambung di industri musik major Indonesia. Setelah Dengarkan Curhatku, Vierra juga merilis 5 lagu lain sebagai single yaitu: Bersamamu, Perih, Rasa Ini, Jadi Yang Kuinginkan, dan Seandainya.

Pada bulan Juli 2010, Vierra mengadakan sebuah kuis berjudul Seandainya Aku Liburan Bareng Vierra Ke Bali dengan hadiah berkunjung ke Bali bersama Vierra dan untuk menyumbangkan suara ke dalam beberapa lagu terbaru Vierra dalam album kedua mereka.

My First Love selain berhasil melambungkan nama Vierra, juga berhasil mencapai angka penjualan RBT sebanyak 9 juta dan mendapatkan penghargaan multiplatinum.

Setelah menuai kesuksesan album perdana mereka, Vierra resmi merilis album kedua mereka berjudul Love, Love and Love pada 14 Februari 2011 memanfaatkan momentum valentine. Pada album ini terlihat sedikit perbedaan dari segi lirik, dimana setiap lagu dalam album ini merupakan pengalaman setiap personel Vierra dan setiap lagunya sedikit terdengar lebih dewasa.Dari album ini Vierra telah merilis 3 buah single yaitu Takut, Terlalu Lama dan Kesepian

Pada tanggal 8 Februari 2013, band ini telah mengumumkan nama baru mereka, yaitu Vierratale. Nama Vierratale sendiri diambil dari Fairytale yang berarti dongeng.

Vagetoz

Anggota
   Teguh Permana (vokal)
   Acep Gunawan alias Son(gitar)
   Irman alias Nuki (gitar)
   Budi alias Eboth (bass)
   Rudi alias Iday (drum)

Vagetoz merupakan grup musik asal Cisaat,sukabumi yang berdomisli di Jakarta. Grup musik ini dibentuk pada tahun 1999. Anggotanya berjumlah 5 orang yaitu Teguh Permana (vokal), Acep Gunawan alias Son! (gitar), Irman alias Nuki (gitar), Budi alias Eboth (bass), dan Rudi alias Iday (drum). Album pertamanya ialah Sesuatu Yang Beda dirilis pada tahun 2007. Sebelum bergabung dengan Sony BMG dan merilis album perdana, pada tahun 2004 Vagetoz sempat rekaman album kompilasi dengan satu buah single, "Sebaiknya Aku Pergi".
Nama Vagetoz sendiri diambil dari kata Pageto (Bahasa Sunda) yang arinya lusa. karena dulu ketika setiap mau latihan, mereka bilang "Pageto wae latihana" ("Lusa aja latihannya")
Tahun 2008, Vagetoz kembali dengan album religius bertajuk Kuatkan Aku yang menghadirkan 8 lagu dan 4 lagu dalam format karaoke. Album ini diciptakan berdasarkan inspirasi pribadi para personel Vagetoz dalam meniti perjalanan spiritualnya. Perilisan album ini juga bersamaan dengan novel yang berjudul Kuatkan Aku : Catatan Spiritual dan Kreativitas Vagetoz yang diterbitkan oleh DAR! Mizan.

Sesuatu yang Beda adalah album musik pertama karya Vagetoz. Dirilis tahun 2007. Singel pertamanya adalah Saat Kau Pergi, dan singel ke-2nya adalah B.A.M. (Betapa Aku Mencintaimu).

Utopia

Anggota
   Pia - vocal/guitar
   Indra - bass
   Tommy - drum
   MPlay - guitar
Mantan anggota
   Buche - Bass (2002-2003)
   Dodo - guitar


Perlahan namun pasti, kiprah grup musik asal bandung Utopia telah berhasil menembus ketatnya persaingan di kancah musik indonesia, dan bisa mensejajarkan diri dengan nama-nama band besar yang telah lebih dulu eksis semisal Cokelat Band. Utopia adalah satu dari sedikit band rock di indonesia yang ber-format vokalis wanita. band seperti ini bukan sebuah hal yang baru di dunia musik, tapi memang jarang. sebut saja band dunia yang telah sukses seperti Evanescence, The Cardigans, atau The Cranberries adalah contoh band sukses yang vokalis-nya wanita. ini merupakan peluang yang masih sangat terbuka lebar untuk band-band yang masih merintis dengan format seperti ini untuk bisa meramaikan dan memberi nuansa yang baru ditengah menjamurnya band-band indonesia dengan vokalis pria tapi lagu-lagu nya terkesan lebih cengeng dan lembek.
Kembali tentang Utopia, mereka tak sekedar hadir untuk berkiprah di industri musik indonesia, tapi mereka mampu membuktikan karakter musik yang mereka bawakan dan tak hanya “mengekor” kesuksesan band Cokelat. karena saat Utopia muncul, band Cokelat sedang berada dipuncak popularitasnya. maka wajar memang jika kemunculan Utopia yang notabene sebuah band rock dengan vokalis wanita (seperti band Cokelat), dianggap hanya grup pendompleng nama besar cokelat.
Utopia adalah band dengan basic bermusik nya adalah rock. dan membahas sekilas tentang musik rock itu sendiri, rock adalah musik yang identik dengan kaum lelaki.  keras dan meledak-ledak. karena rock adalah semangat. tapi tidak ada larangan juga yang tidak boleh wanita ikut beekspresi dengan musik rock. karena musik adalah universal. tak memandang usia, gender, ras, dan apapun bentuknya
<p>Hal ini yang ditunjukan oleh Utopia dan band-band sejenis lainnya. Musik Rock tak sekedar keras, meledak-ledak, dan berisik. tapi rock bisa diekspresikan dengan manis dan indah tanpa meninggalkan spirit/semangat dari musik rock itu sendiri.

Ungu

Anggota
   Pasha (vokalis)
   Makki (bass)
   Enda (gitar)
   Onci (gitar)
   Rowman (drum)
Mantan Anggota
   Eky (gitar)
   Riyo (Gitar)
   Michael (Vocalis)
   Pasha Vander Cab (Drum)
   Gatz (Keyboard)


Ungu adalah grup musik Indonesia yang beranggotakan Pasha (penyanyi), Makki (bass), Enda (gitar), Oncy (gitar), dan Rowman (drum). Sampai tahun 2007 mereka telah menghasilkan 4 album dan 2 album mini.

Ungu terbentuk tahun 1996. Motor pembentuknya adalah Ekky (gitar) dan saat itu vokalisnya adalah Michael, sedangkan drum dipegang oleh Pasha Van derr Krabb. Tahun 1997, saat Ungu hendak manggung, Pasha Van derr Krabb 'menghilang' dan posisinya digantikan oleh Rowman. Enda yang sebelumnya adalah roadies-nya Ekky juga ikut bergabung dengan Ungu.

Tahun 2000, Ungu mulai mempersiapkan album pertama mereka, yang akhirnya dirilis 6 Juli 2002 bertajuk Laguku. Sebelumnya, Ungu ikut mengisi 2 lagu di album kompilasi Klik bersama Lakuna, Borneo, Piknik, dan Energy. Ke dua lagu tersebut adalah "Hasrat" dan "Bunga". Single pertama album ini, "Bayang Semu" menjadi original soundtrack sinetron ABG (RCTI). Meski terbilang sukses, album ini baru mendapat Platinum Award setelah hampir 2 tahun album ini dirilis.

Saat hendak masuk dapur rekaman untuk album kedua, Ekky memutuskan keluar. Oncy yang saat itu baru keluar dari Funky Kopral dipilih untuk menggantikan Ekky. Album kedua Ungu Tempat Terindah dirilis Desember 2003. Album ini menjagokan "Karena Dia Kamu" sebagai single pertama dan "Suara Hati" dipilih sebagai single kedua. Baru empat bulan dirilis, penjualannya telah mencapai 80.000 (delapan puluh ribu) kopi. Jumlah yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan album pertama yang 'telah' mendapatkan platinum (150.000 kopi) dalam hitungan waktu satu setengah tahun.
Pada tahun 2005, Ungu menjadi salah satu artis yang berkolaborasi dengan Chrisye di album terbaru Chrisye, "Senyawa".

Album Melayang dirilis Desember 2005. Di albumnya yang ketiga dengan single "Demi Waktu", Ungu mendapat double platinum.Dengan hits Demi Waktu mengantarkan Ungu jadi MTV Exclusive Artis di bulan Desember 2005. Gaung "Demi Waktu" merambah negeri Jiran, Malaysia. Empat perusahaan label berebut untuk mendapatkan hak edar di sana. SRC, perusahaan yang menaungi Siti Nurhaliza akhirnya keluar sebagai pemenang.

Ungu mengeluarkan sebuah mini album untuk menyambut Ramadhan 1427 H bertajuk SurgaMu yang dirilis September 2006. Hanya dalam tempo sepuluh hari sejak rilis mini album SurgaMu, telah terjual sebanyak 150 ribu keping.Bahkan Wakil Presiden Yusuf Kalla memberi penghargaan 'Inspiring' atas album religi SurgaMu. Sayangnya, saat hendak menerima penghargaan di istana Wapres, Ungu yang mengenakan setelah jas yang dipadu celana jeans ditolak masuk ke dalam istana, dengan alasan pakaian yang tak sesuai dengan protokoler istana.

Dalam Penghargaan MTV Indonesia 2006, Ungu masuk dalam 3 nominasi, yaitu Most Favorite Group/Band/Duo, Best Director "Demi Waktu" Abimael Gandy, dan Video of the Year "Demi Waktu".

Ungu dengan dukungan "A Mild Live Productions" dan "Trinity Optima Production" membuat buku biografi. Buku yang diberi judul "A Mild Live Ungu Book Magazine" itu diluncurkan pada Kamis, 10 Mei 2007, di Jakarta. Dicetak sebanyak 40 ribu eksemplar, buku tersebut memuat biografi masing-masing personel, diskografi Ungu, foto-foto, dan bahkan chord lagu-lagu Ungu.

Ungu juga sering terlibat dalam pembuatan album soundtrack. Ungu pernah menyumbangkan lagu untuk film Buruan Cium Gue yang dilarang edar. Ungu pun menyumbangkan 3 buah lagu untuk film Coklat Stroberi yakni dua lagu baru, "Disini Untukmu" dan "Sahabatku", serta mengikutkan lagu "Berjanjilah" dari album ketiga mereka Melayang.

Dalam ajang "SCTV Music Awards 2007" di Balai Sidang Jakarta (JHCC), Ungu mendapat 4 kemenangan. Album SurgaMu yang diproduseri Trinity/Prosound membawa Ungu menjadi penerima penghargaan 'Album Religi', 'Lagu Paling Ngetop' dan 'Video Klip Paling Ngetop' untuk lagu "Andai Kutahu". Sedangkan Melayang dengan lagu andalan "Tercipta Untukmu" memenangkan kategori 'Album Pop Rock Duo/Grup'.

Ungu kembali merilis album reguler keempatnya bertajuk Untukmu Selamanya. Album ini di-launching di empat negara sekaligus, yaitu 9 Agustus 2007 di Kuala Lumpur, Malaysia, 10 Agustus 2007 di Singapura, 12 Agustus 2007 Hongkong dan puncaknya 15 Agustus 2007 di Jakarta, Indonesia. Lagu andalan dalam album ini antara lain, "Kekasih Gelapku", "Cinta dalam Hati", "Apalah Arti Cinta" dan "Ijinkan Aku".

Menyambut Ramadhan 1428 H, Ungu merilis album religi lagi yang berbentuk mini album bertajuk Para Pencari-Mu. Dalam album ini Ungu berkolaborasi dengan ustad Jeffry Al Buchori.Album ini hanya berisi lima lagu, yaitu "Para PencariMu", "Sembah Sujudku", "Surga Hati", "Sesungguhnya", dan "Tuhanku". Sebelum mini album ini dirilis, tiga dari lima lagu telah terpilih sebagai soundtrack sinetron religi yang tayang selama Bulan Ramadhan.

Ungu kembali meraih penghargaan untuk kategori 'Band Ngetop' di ajang SCTV Music Awards 2007, yang berlangsung di JCC Senayan Jakarta, Jumat, 24 Agustus 2007. Dalam ajang itu, Ungu berhasil menyisihkan grup band lainnya, seperti Ada Band, Peterpan, Radja, dan pendatang baru yang mendadak populer, Kangen Band. Pada tahun 2007, Ungu bersama Samsons dan Naff, dijuluki 'The Rising Star' band oleh penyelenggara konser musik akbar Soundrenaline, A Mild Live Productions dan Deteksi Productions, juga oleh raksasa label rekaman Musica Studio.

Pada tahun 2012, Ungu meluncurkan sebuah album kompilasi terbaik yang diberi judul Timeless. Album ini hanya dijual di gerai KFC di seluruh Indonesia. Album ini memuat sepuluh single pilihan dari enam album studio sebelumnya, ditambah empat lagu terbaru "Apa Sih Maumu", "Kau Anggap Apa", "Sayang" dan "Puing Kenangan". Album kompilasi Timeless yang juga dijual melalui gerai KFC, sudah terjual hingga 500 ribu keping selama dua bulan.Ungu juga termasuk musisi yang sukses menjual albumnya di gerai KFC seperti Cinta Laura, Indah Dewi Pertiwi, Agnes Monica, SM*SH, T.R.I.A.D, Rossa, Slank, Last Child, Ello, Sammy Simorangkir dan Armada.

/rif

Personel:
Nama: Restu Triady (Andy)
Ttl: Bandung, 12 Oktober 1968
Posisi: vokal

Nama: Magi Trisandi (Magi)
Ttl: Bandung, 9 September 1973
Posisi: drum

Nama: Ardija Hermawan (Iwan)
Ttl: Bandung, 6 Desember 1967
Posisi: bass

Nama: Adjie Pamungkas (Jikun)
Ttl: Bandung, 12 September 1968
Posisi: gitar

Nama: Noviar Rahmansyah (Ovy)
Ttl: Bandung, 12 November 1966
Posisi: gitar

/rif (rhythm in freedom) adalah grup band Indonesia yang didirikan di Bandung, Jawa Barat. Personel /rif adalah Andy (vokal), Jikun (gitar), Maggi (drum), dan Ovy (gitar). Sampai saat ini /rif telah menelurkan 6 album musik dengan satu album berisi kumpulan lagu terbaik dari /rif.

Grup band ini dibentuk pada tahun 1992 dengan nama Badai Band. Setahun kemudian nama mereka berganti menjadi R.I.F (Rhythm In Freedom), yang memulai dengan bermain musik dari kafe ke kafe. Tahun 1995, mereka berganti nama menjadi /rif (dengan garis miring di awal nama mereka).

Beberapa kali personel mereka berganti. Hingga akhirnya dengan formasi Andy (vokal), Iwan (bas), Adji (gitar), Maggi (drum), dan Denny (gitar) mereka merambah studio rekaman pada tahun 1997, dan merilis album pertama Radja yang melejitkan hits berjudul sama "Radja". Pada bulan Oktober 1998 /rif meluncurkan album kedua, Salami, sebuah album yang sarat dengan muatan moral untuk peduli pada alam. Dua tahun kemudian, tepatnya April 2000 album ketiga berjudul Nikmati Aja diluncurkan. Dan pada tahun 2002 kembali mereka merilis album keempat berjudul ... Dan Duniapun Tersenyum.

Sayang, Denny kemudian mengundurkan diri lantaran tak sepaham lagi dengan /rif. Posisinya digantikan oleh Ovy, mantan gitaris Ucamp yang resmi bergabung Maret 2003 dan Sonny juga mengundurkan diri dan bergabung di band Oris Dan Jikun membuat side project dengan membentuk group band yang bernama Jikunsprain.

NOAH

Anggota
   Ariel (vokal, gitar, tamborin)
   Uki (gitar)
   Lukman (gitar)
   Reza (drum)
   David (keyboard, piano)
Mantan anggota
   Andika (keyboard, piano)
   Indra (bass)

Noah (sebelumnya bernama Peterpan) adalah sebuah band dari Bandung, Indonesia. Band ini dibentuk pada tahun 2000 dan terkenal berkat lagu-lagunya "Ada Apa Denganmu", "Topeng", dan "Kukatakan Dengan Indah". Pada awalnya kelompok Noah terdiri dari Ariel, Uki, Lukman, Reza, Andika, dan Indra. Namun di bulan November 2006, dua anggotanya, Andika dan Indra dipecat dari grup musik tersebut. Perpecahan ini dipicu adanya perbedaan prinsip kreativitas.
Pada tahun 1997, Andhika (kibor) membentuk band Topi dengan mengajak adik kelasnya di SMU 2 Bandung, Uki (gitar), serta teman mainnya, Abel (bas) dan Ari (drum). Uki pun mengajak teman SMP-nya Ariel yang mengisi posisi vokal. Dengan formasi seperti itulah, mereka mulai manggung dan memainkan musik beraliran Brits alternatif. Kemudian Ari mengundurkan diri dan Topi pun bubar tanpa sebab yang pasti.

Andika mengumpulkan kembali personel Topi pada tahun 2000. Namun kali ini, posisi drum dipegang oleh Reza. Untuk memberi warna musik yang lebih dewasa dan lebih kaya melody, maka diajaklah Loekman, teman kakak Indra, yang akhirnya jadi lead guitar (gitar utama). Setelah terbentuk dengan formasi enam orang, mereka pun mengambil nama Peterpan. Tanggal 1 September 2000 secara resmi peterpan terbentuk.

Perjalanan profesional Peterpan dimulai tahun 2001 dengan merambah dari café ke café di Bandung. Mereka bermain di café O'Hara dan Sapu Lidi dengan membawakan lagu-lagu top 40, serta alternative rock seperti Nirvana, Pearl Jam, Coldplay, U2, Creed, dll. Saat di café Sapu Lidi-lah potensi mereka terlihat oleh Noey, basis Java Jive yang sedang mencari band untuk mengisi album kompilasi. Dari tiga lagu yang dikirim untuk demo, "Sahabat", "Mimpi Yang Sempurna", dan "Taman Langit", terpilih lagu "Mimpi Yang Sempurna" untuk dimasukan ke album kompilasi Kisah 2002 Malam yang dirilis Juli 2002. Tak disangka lagu tersebut menjadi jagoan album ini dan mendongkrak penjualan sampai di atas 150.000 kopi.
Taman Langit

Perusahaan rekaman Musica Studios pun tak melewatkan potensi Peterpan. Musica mempercepat pengajuan kontrak untuk debut album Peterpan. Akhirnya debut album Peterpan bertajuk Taman Langit dirilis bulan Juni 2003. Tak disangka, album itu mampu terjual di atas angka 650.000 kopi. Atas prestasi tersebut, mereka menerima Multi Platinum untuk album Taman Langit.[1]

Tak hanya jumlah penjualan, Peterpan juga sukses mencetak rekor konser maraton di enam provinsi dalam tempo 24 jam pada tanggal 18 Juli 2004. Konser bertajuk "LA Lights Peterpan 24 Jam Breaking Record" itu dimulai di Medan, Sumatera Utara sekitar pukul 07.55 sampai 08.40 WIB. Dari sana, mereka lalu melanjutkan di Padang, Sumatera Barat sekitar pukul 10.45 hingga 11.30 WIB. Pada jam 12.55 hingga 13.40 WIB, Peterpan konser di Pekanbaru, Riau, terus Lampung pada jam 16.25 sampai 17.10 WIB. Ariel lantas membuka konser di Semarang, Jawa Tengah, sekitar pukul 19.45 dan berakhir pada 20.30 WIB. Konser Peterpan ditutup di Surabaya sekitar pukul 22.15 sampai 23.00 WIB. Atas prestasinya ini, mereka berhak dicatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI).

Pada Agustus 2004, Peterpan merilis album ke-2 bertajuk Bintang di Surga. Album itu telah terjual 350.000 kopi dalam waktu 2 minggu setelah rilis dan pada awal Januari 2005 telah mencapai 1,7 juta kopi. Pada Februari 2005, penjualan album ini mencapai 2 juta kopi. Dan menurut catatan, album ini mampu terjual sebanyak 3 juta kopi

Di awal tahun 2005, Peterpan meraih penghargaan sebagai artis favorit Indonesia di MTV Asia Aid pada tanggal 9 Februari 2005 di Bangkok. Dalam Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2005, Peterpan menempati urutan teratas nominasi dengan memperoleh 11 nominasi. Empat di antaranya dicetak lewat lagu "Ada Apa Denganmu".[8] Dari 11 nominasi itu, Peterpan mendapat 7 penghargaan, antara lain untuk "band terbaik", "album terbaik", "grafis desain album terbaik" dan "karya produksi terbaik", karena album Bintang di Surga.Pada ajang SCTV Music Awards 2005, Peterpan mendapat penghargaan di kategori "Album Pop Group Ngetop"' dan "Lagu Paling Ngetop".

Pada tahun 2005, Peterpan kembali merilis 2 album yaitu : VCD Untuk Sahabat Peterpan yang berisi Orginal VCD Karaoke termasuk video klip serta dokumentasi saat mereka melakukan pemecahan rekor konser selama 24 jam di 6 kota.dan album jalur suara film Alexandria.
Perpecahan

Pada tanggal 4 November 2006, Andika dan Indra, resmi keluar dari anggota band. Kedua mantan personel ini pada akhirnya membentuk kelompok lainnya yang diberi nama The Titans.

Pasca keluarnya Andika dan Indra, posisi mereka ditempati oleh dua pemusik tambahan, yaitu Lucky pada bass dan David pada keyboard. Dengan formasi tambahan ini, Peterpan merilis, Hari yang Cerah. Acara launching album ini juga dibuat lain karena dilakukan di dua negara. Di RUUMS Kuala Lumpur pada 25 Mei 2007 setelah itu di Bandung di Monumen Pahlawan Gasibu dan disiarkan secara live di 6 stasiun televisi.[12]

Album ini diklaim sebagai album terakhir mereka dengan nama "Peterpan". Ariel mengklaim bahwa pada akhirnya mereka akan melepaskan nama Peterpan dan menggunakan nama lainnya.[13]

Meski tanpa formasi utuh seperti dulu, Peterpan masih mampu memperlihatkan 'taring'nya. Di bulan September 2007, mereka mendapat kehormatan untuk mengikuti acara "Song Festival" di Korea Selatan.[14] Sebelumnnya, Peterpan juga masih mampu mengantongi penghargaan sebagai Best Favorite Artis Indonesia MTV Asia Award 2006 dan Album Pop Group Ngetop SCTV Music Award 2006. Pada Awal 2009, Lucky keluar dari Band karena Lucky dianggap belum cocok mengisi posisi bass. Setelah Lucky keluar dan bergabung dengan Domino, posisi bass diisi oleh Ihsan Nurrachman.

Setelah diguncang oleh perpecahan di antara para personelnya, band ini sekali lagi ditimpa musibah, yaitu dengan munculnya kasus video adegan mesum seseorang yang mirip Ariel Peterpan. Kasus ini mengakibatkan ditangkapnya Ariel pada tanggal 22 Juni 2010. Namun kasus ini tidak menyurutkan semangat penggemar Peterpan. Dan untuk menjawab kerinduan penggemar mereka, Ariel dan kawan-kawan beberapa kali mengadakan pertunjukan di dalam Lembaga Pemasyarakatan. Selain itu, pada bulan Mei 2012 band ini meluncurkan sebuah album instrumental berjudul Suara Lainnya. Setelah Ariel keluar dari tahanan dengan status bebas bersyarat sejak tanggal 23 Juli 2012, rencananya dalam waktu dekat mereka akan merilis album baru yang sempat tertunda karena kasus yang menimpa Ariel.
Pergantian Nama Peterpan Menjadi Noah

Nama baru tersebut sebenarnya sudah ada sejak 2010. Namun, pada 2 Agustus 2012, band ini telah mengumumkan nama baru mereka, yaitu Noah. Nama Noah sendiri berarti membuat nyaman, memberi ketenangan, dan panjang umur. Tidak hanya nama bandnya berganti, nama sebutan penggemar mereka juga berganti nama dengan menghilangkan embel-embel Peterpan

Pada Tanggal 15-16 September 2012, Noah melakukan konser di 5 negara, dimulai dari Melbourne pukul 23.30. Dari sana, mereka lalu melanjutkan ke Hong Kong pada pukul 10.20. Pada jam 16.45, Noah melanjutkan konser di Kuala Lumpur terus Singapura pukul 20.21. Konser Noah ditutup di Jakarta pukul 23.00 WIB.Pada bulan September, setelah merilis lagu Separuh Aku pada Agustus 2012, Noah merilis album studio bertajuk Seperti Seharusnya dengan single hitsnya yaitu Separuh Aku. Penjualannya album baru Noah juga bekerja sama dengan salah satu restoran cepat saji yang terkenal di Indonesia yaitu KFC. Album Seperti Seharusnya yang juga dijual melalui gerai KFC, sudah terjual hingga 200 ribu keping selama tiga hari. Setelah CD original album Seperti Seharusnya terjual 1 juta kopi dalam waktu 5 bulan setelah perilisan, Noah mendapatkan penghargaan berupa plakat Multiplatinum dari Musica Studios dan Swara Sangkar Emas

Sama seperti grup band tenar lain di Indonesia, konser Noah pun tak lepas dari masalah. Pada tahun 2006, saat konser di stadion Harapan Bangsa Lhongraya Kota Banda Aceh tanggal 22 Februari 2006, sedikitnya 30 orang penonton pingsan, terbanyak diantaranya adalah remaja putri. Tak hanya itu, konser ini pun dinilai melanggar undang-undang Syariat Islam yang telah diberlakukan secara kaffah (menyeluruh) di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) karena bercampurnya penonton pria dan wanita di dalam lapangan pertunjukan.

Akibat kerusuhan saat konser bukan hanya menimpa penonton, tapi juga anggota band yang tampil. Hal ini terjadi saat peterpan konser di Stadion Bima Cirebon, 11 April 2006. Hujan batu dilemparkan para penonton tak berkarcis di luar Stadion, akibatnya tak hanya belasan penonton dilarikan ke berbagai rumah sakit akibat lemparan batu, tapi juga sang vokalis, Ariel, yang tak luput dari hujan batu tersebut. Ariel terkena lemparan di bagian dada sehingga langsung diamankan ke luar Stadion. Akibat peristiwa itu konser menjadi terhenti di saat peterpan membawakan lagu kelimanya "Mungkin Nanti" sekitar pukul 20.30 WIB.

Hijau Daun

Anggota
    Dide (vokal)
    Array (gitar)
    Arya (gitar)
    Denny (drum)
    Richan (bass)

Hijau Daun merupakan grup musik Indonesia yang berasal dari Teluk Betung, kota Bandar Lampung. Grup musik ini dibentuk pada tahun 2008. Anggotanya berjumlah 5 orang yaitu Dide (vokal), Array (gitar), Arya (gitar), Denny (drum), Richan (bass). Album pertamanya adalah Ikuti Cahaya yang dirilis pada tahun 2008. Band ini umumnya bergenre pop.

Singel pertamanya Suara (Ku Berharap) mencatat angka unduhan ringback tone sejumlah 1,5 juta kali selama masa September-Desember 2008. Pada tahun 2009, lagu ini dinyanyikan lagi oleh Dide (tidak dengan grup) bersama Luna Maya dengan aliran Pop Dangdut, namun pitch control nya lebih tinggi dibanding versi aslinya.

Hijau Daun mengawali karier musik profesionalnya melalui label Sony BMG Indonesia pada bulan April 2008. Debut album perdana Hijau Daun diluncurkan pada tahun 2008 dengan judul IKUTI CAHAYA. Single pertama dari album yang berisi 10 lagu ini, Suara (Ku Berharap) berhasil mencatat angka 1,5 juta untuk RBT selama bulan September-Desember 2008. Dan di bulan April, RBT single Suara (Ku Berharap) berhasil mencapai aktivasi sebanyak 6 juta. Dan Hijau Daun telah memperoleh platinum sebanyak 6 kali. Pertengahan April 2009, Dide dkk dinobatkan sebagai Band Pendatang Baru Terdahsyat di ajang 'Dahsyatnya Award'. Jelang bulan Ramadhan, Hijau Daun mengeluarkan single religi Akhirnya, yang sebelumnya dibawakan oleh Gigi. Single ini sendiri dinyanyikan secara duet dengan Nindy. Di ujung bulan Oktober 2009, Hijau Daun kembali meraih penghargaan. Kali ini mereka menangguk prestasi dari Indigo Awards 2009 dalam tiga kategori, Band Terbaik, Artis Pop Terbaik, dan Artis of the Year.

God Bless

Anggota
  Ahmad Albar (Lead Vocal)
  Djusuf 'Ian' Antono (Guitar , Backing Vocal)
  Donny Fattah Gagola (Bass , Backing Vocal)
  Abadi Soesman (Keyboard , Piano , Synth )
  Yaya Moektio (Drum , Percussions)
Mantan Anggota
  Yockie Soerjoprajogo (Keyboard , Piano , Synth)
  Soman Lubis (Keyboard , Piano , Synth)
  Fuad Hassan (Drum)
  Ludwig Le Mans (Guitar)
  Teddy Sujaya (Drum)
    Eet Sjahranie (Guitar)
    Gilang Ramadhan (Drum)


Berdirinya God Bless berawal dengan kembalinya Ahmad "Iyek" Albar kembali ke Tanah Air setelah beberapa tahun tinggal di Belanda, ia pun berangan-angan membentuk band sendiri yang lebih serius. Beliau kembali dari Belanda bersama dengan Ludwig Lemans (gitaris Clover Leaf, band Iyek ketika masih di Belanda). Iyek lalu mengajak (almarhum) Fuad Hassan (drum) dan Donny Fattah (bass) untuk membentuk band. Inilah yang melatarbelakangi berdirinya Crazy Wheels, sebelum akhirnya band tersebut - yang mengadakan konser perdananya di TIM (Taman Ismail Marzuki) lalu mengikuti pentas musik "Summer '28", semacam pentas 'Woodstock' ala Indonesia di Ragunan, Jakarta, yang diikuti berbagai band dari Indonesia, Malysia dan Filipina - mengubah namanya menjadi God Bless pada tanggal 5 Mei 1973.

Jockie Surjoprajogo (keyboard) sendiri baru bergabung dengan Crazy Wheels/God Bless pada awal tahun 1973. Beliau dimaksudkan sebagai pengganti Deddy Dores - yang sempat bergabung dengan God Bless namun tidak bertahan lama dalam band tersebut karena harus mengurus bandnya sendiri, Rhapsodia. Namun Jockie juga tidak bisa bertahan lama. Posisi beliau pun digantikan oleh (almarhum) Soman Lubis.

Pada bulan Juni 1974, Fuad Hasan dan Soman Lubis (keyboard) mengalami kecelakaan lalu lintas di Tugu Pancoran, Jakarta Selatan. God Bless pun melalui masa berkabung. Ditambah lagi, sang gitaris Ludwig Lemans juga memutuskan untuk keluar dari God Bless. Dengan demikian, personel yang tersisa tinggal Ahmad Albar dan Donny Fattah. Untuk mengisi kekosongan pada kibor, mereka mengajak Jockie untuk bergabung kembali. Jockie lantas mengajak Ian Antono (gitar) dan Teddy Sujaya (drum) untuk bergabung dengan God Bless.

Untuk mengenang Fuad Hassan dan Soman Lubis, God Bless tampil di TIM dengan tema mengenang seratus hari Fuad Hasan dan Soman Lubis dengan atraksi mengusung peti mati diatas panggung.

Pada awalnya, God Bless bukanlah band yang memiliki lagu. Mereka hanya band yang biasa membawakan lagu-lagu orang lain, seperti Kansas, Easy Beast, Genesis, Deep Purple, pada setiap penampilan mereka. Proses masuknya band legendaris ini kedalam dapur rekaman dimulai dengan coba-coba. Mereka menulis lagu, dan lantas merekamnya. Mereka merekamnya di sebuah studio yang dikelola oleh Alex Kumara (ahli broadcast). Rekaman-rekaman ini bisa sampai ke telinga PT Aquarius Musikindo karena Suryoko - bos Aquarius - sering belajar gitar di rumah Ian. Mereka berdua memang sudah bersahabat sejak lama. Dan pada tahun 1975, God Bless merilis album perdananya.
Era 80-an

Menjelang pembuatan album kedua, Jockie Surjoprajogo keluar dari formasi, posisinya kemudian diambil alih oleh Abadi Soesman yang bergabung tahun 1979 dan ikut terlibat di pembuatan album Cermin (1980). Berbeda dengan album sebelumnya yang rekaman jalan sambil menyelesaikan materi lagu, Album Cermin (1980) dikonsep dan dipersiapkan secara matang beberapa bulan sebelum masuk rekaman. Pada album ini, konsep musik God Bless sedikit berubah menghadirkan ramuan aransemen lagu-lagunya terkesan lebih rumit, disamping membutuhkan skill masing-masing personel yang tinggi juga kekompakan dalam memainkannya, seperti lagu Musisi, Anak Adam, Selamat Pagi Indonesia atau Sodom Gomorah. Bahkan ketika rekaman, Teddy Sunjaya tidak menggunakan metronome seperti kebanyakan rekaman yang lain. Album Cermin pun merupakan representasi dari pemberontakan God Bless terhadap dominasi industri rekaman ketika itu yang selalu mencekokkan komersialisme atas tuntutan pasar yang ketika itu sedang didominasi musik pop yang bertemakan cinta dalam pandangan secara sempit. Album ini sering disebut-sebut sebagai album God Bless paling idealis dan terbaik dari sisi musikalitasnya. Dan menjadi barometer kualitas sebuah band rock waktu itu, manakala mampu memainkan lagu-lagu dari album Cermin. Dua tahun setelah album Cermin dirilis, Abadi Soesman mengundurkan diri.

Pada sekitar tahun 1980-an, salah satu promotor rock asal Surabaya, Log Zhelebour mulai gencar mementaskan festival rock di Indonesia, dan mulailah membangunkan God Bless dari "tidur panjangnya" dengan menjadikan lagu-lagu God Bless sebagai lagu "wajib" juga personelnya menjadi juri di festival yang akhirnya banyak melahirkan band-band rock di Indonesia, seperti Grass Rock, Elpamas, sampai Slank.

Dari sekedar menjadi juri tersebut, pada tahun 1988 God Bless akhirnya melahirkan album come back Semut Hitam yang meledak di pasaran waktu itu, dengan hitsnya seperti Rumah Kita, Semut Hitam, atau Kehidupan. Secara penjualan, album Semut Hitam ini adalah album God Bless paling laris. Di album ini, terjadi lagi perubahan konsep musik God Bless. Dari yang tadinya lebih bernuansa rock progresif secara drastis berubah menjadi sedikit lebih keras dengan adanya pengaruh musik hard rock dan heavy metal, disamping unsur komersil untuk mempertimbangkan selera pasar. Pun demikian, kualitas musiknya masih tetap kental dipertahankan. Album ini juga menjadi inspirasi anak muda agar dapat terus berkarya dalam bidang musik rock. Namun, setelah album Semut Hitam keluar, Ian Antono menyatakan keluar dari formasi God Bless. Posisinya kemudian digantikan oleh gitaris muda berbakat, Eet Sjahranie. Setelah masuknya Eet Sjahranie, pada tahun 1989 dirilislah album berjudul Raksasa dengan hits Menjilat Matahari, Maret 1989, atau Misteri. Eet Sjahranie berhasil me-refresh sound gitar Ian Antono dan menjadikan God Bless lebih agresif. Ian Antono sendiri, setelah keluar dari God Bless terhitung sukses merintis karier solo sebagai pencipta lagu, aranjer dan produser.
Era 90-an

Setelah melewati masa vakum yang cukup panjang, tahun 1997, para personel God Bless, termasuk Eet Sjahranie dan Ian Antono kembali berkumpul. 'Workshop' yang mereka gelar di kawasan Puncak, menghasilkan sebuah album berjudul Apa Kabar. Namun reuni ini tidak berlangsung lama karena Eet secara resmi mengundurkan diri dari formasi God Bless dan konsentrasi untuk bandnya sendiri, Edane yang sejak tahun 1992 sudah merilis album perdananya, The Beast.

Walau tidak banyak merilis album, God Bless, dianggap merupakan legenda grup musik rock Indonesia karena dianggap sebagai pelopor yang memiliki kualitas bermusik tinggi. Sepanjang perjalanannya, grup ini mengalami 15 kali lebih pergantian personel yang disebut sebagai 'formasi', dan saat ini tinggal Ahmad Albar (vokal), Ian Antono (gitar), dan Donny Fattah Gagola (bass) yang masih dapat dikatakan sebagai personel aktif grup.
Era 2000-an

Pada Februari 2009 lalu, mereka tampil di acara Kick Andy di Metro TV dengan 5 orang personel, yaitu Ahmad Albar (vokal), Ian Antono (gitar), Donny Fattah (bass), Yaya Moektio (drum) dan Abadi Soesman (kibor). Mereka menyatakan akan mengeluarkan album baru dalam waktu dekat ini. Dan tepat pada awal Mei 2009, God Bless akhirnya mengeluarkan album terbarunya yang berjudul 36th.

Gigi

Anggota
    Armand Maulana (vokalis)
    Thomas Ramdhan (bassis)
    Dewa Budjana (gitaris)
    Ronald Fristianto (drummer)
    Baron Arafat (gitaris)

Gigi adalah nama sebuah grup musik yang berasal dari Bandung, Indonesia yang mengusung jenis musik pop dan rock. Kelompok ini berdiri pada tanggal 22 Maret 1994, dengan format awal Aria Baron, Thomas Ramdhan, Ronald Fristianto, Dewa Budjana dan Armand Maulana.
Grup Band Gigi resmi dibentuk pada tanggal 22 Maret 1994.Nama "Gigi" sendiri muncul setelah para personelnya tertawa lebar mengomentari nama "Orang Utan" yang nyaris dijadikan nama band ini. Dengan latar belakang musik yang beda-beda, mereka menggabungkannya ke dalam satu musik yang menjadi ciri khas Gigi. Album perdana yang bertema "Angan" dilempar ke pasaran dengan dukungan dari Union Artist/Musica. Pada waktu itu Gigi belum membentuk suatu manajemen artis untuk mengelola kegiatan mereka sehingga untuk mempromosikan album perdana itu, mereka merilis dua single yang sekaligus video klip, yaitu Kuingin dan Angan. Tetapi kedua lagu andalan tersebut tidak banyak mendongkrak angka penjualan. Kurangnya promosi dan tidak adanya pengelolaan manajemen menjadi penyebab utama kegagalan album pertama group musik ini.

Akhirnya mereka membentuk Gigi Management supaya mereka menjadi lebih profesional. Album kedua "Dunia" terbilang sukses di pasaran. Dengan mengandalkan lagu unggulan pertama "Janji", yang terjual sekitar 400.000 copy serta meraih penghargaan sebagai "Kelompok Musik Terbaik". Pada saat ini manajeman Gigi terjadi keretakan dengan Baron. Video klip lagu andalan kedua "Nirwana" dibuat tanpa adanya Baron. Pada September 1995, Baron secara resmi keluar dari Group Band Gigi. Kemudian diikuti keluarnya Thomas dan Ronald yang bulan November 1996. Akhirnya Grup Band Gigi hanya tinggal berdua saja namun tetap berusaha bertahan dan merekrut Opet Alatas (bassis) dan Budhy Haryono drumer). Formasi baru ini memberi warna baru pada Gigi. Pada tahun 1997 mereka mengeluarkan album keempat yang bertema 2x2 dengan menggandeng sejumlah musisi kondang, lokal dan dunia, Antara lain Billy Sheehan (Mr. Big) yang menyumbang permainan basnya yang dahsyat pada lagu mereka (Cry Baby), dan Indra Lesmana juga ikut menyumbang dalam lagu "Tractor". Lagu andalan "Kurindukan" ternyata kurang direspon masyarakat. Keadaan ini tertolong sama dengan adanya tur 100 kota yang menampilkan duet Indra Lesmana dan Gilang Ramadhan sebagai pembukanya.

Sementara itu Thomas yang baru saja keluar dari rehabilitasi kembali ke Jakarta untuk mulai bermain musik lagi. Thomas bahkan membuat kejutan dengan menjadi bintang tamu di konser GIGI "Satu Jam Bersama Gigi" dan konser Gigi di Bandung, dengan bermain bersama di lagu "Janji" dan "Angan". Di konser itu Gigi serasa bernostalgia dengan Thomas, bahkan mereka membawakan satu lagu yang jarang dimainkan yaitu Hasrat.

Pada tanggal 22 Maret 1999 akhirnya Thomas masuk lagi ke Group musik Gigi menggantikan posisi Opet Alatas yang sudah keluar pada tahun yang sama. Tak lama setelah itu Gigi merilis album keenam yang berjudul "Baik" pada bulan April 1999. Lagu andalan pertamanya adalah "Hinakah".

Prahara kembali terjadi di grup musik ini. Setelah menyelesaikan pengerjaan album Salam Kedelapan, drummer Budhy Haryono menyatakan pengunduran dirinya dari grup musik ini. Berita tersebut sebenarnya sudah diisukan beberapa bulan sebelumnya. Alasan Budhy keluar dari grup musik ini dikarenakan adanya cekcok mulut dengan beberapa personil dari grup musik ini. Menurut Armand, Budhy keluar dikarenakan sudah jenuh dan lelah dengan grup musik ini. Akhirnya pada tahun yang sama, grup musik ini memilih Gusti Hendy sebagai pengganti Budhy dan posisi pengganti drum inilah yang menandakan pergantian personil terakhirnya.

Garasi

Anggota
   Fedi Nuril (gitar)
   Aries Budiman (drum)
   Wembri Arlistha (bass)
   Higin Ayuga (vokal)
   Mantan Anggota
   Ayu Ratna (vokal, gitar)

Kelahiran band ini cukup unik karena diikuti rilis film layar lebar dengan setting grup mereka. Film dengan judul Garasi (2006) itu diproduseri oleh Mira Lesmana dan di bawah arahan Agung Sentausa. Album perdana mereka dirilis bersamaan dengan peluncuran film Garasi. Pemasaran album mereka dibantu oleh Indra Lesmana, Abdee Slank, dan Anang, serta diproduksi oleh Miles Music.
Ketiga personel Garasi ditemukan secara tidak langsung oleh musisi Indra Lesmana, adik Mira Lesmana. Ayu awalnya ikut audisi pencarian bakat Indonesian Idol. Namun sayang dirinya tidak lolos. Indra yang tertarik dengan kepiawaian Ayu dalam bermain gitar, sehingga ia meminta kakaknya, Mira Lesmana untuk meng-casting Ayu. Sedangkan Aries adalah drummer yang kerap mengikuti festival dan sering mendapat gelar sebgai best drummer. Fedi Nuril yang sebelumnya terkenal sebagai bintang iklan dan aktor ini mendapat kepercayaan untuk memainkan keybord sekaligus gitar. Album perdana mereka akan diedarkan bersamaan dengan peluncuran film Garasi.

Berkah kembali menghampiri mereka karena dipercaya tampil di Jepang pada tanggal 1 November 2007. Aksi musik dengan iringan akustik ini dilakukan karena film Garasi akan diputarkan secara eksklusif di 8th NHK Asian Film Festival 2007, yang berlangsung pada tanggal 31 Oktober hingga 5 November 2007.

Dua tahun setelah album perdana, Garasi kembali merilis album kedua bertajuk Garasi II pada 7 Juli 2008. Album yang berisi 10 lagu dan 1 bonus track dengan single hits "Tak Ada Lagi" ini mengeksplorasi sound digital rock bernada sedikit mellow. Garasi pun mencoba berkompromi dengan pasar.

Awal tahun 2009, Ayu Ratna resmi dinyatakan mundur sebagai vokalis grup musik Garasi. Masalah ketidakcocokan dan kesibukan Ayu di luar dinyatakan Fedi Nuril sebagai penyebab dikeluarkannya Ayu dari Garasi.

Karena kekosongan band Garasi, maka untuk sementara Fedi yang akan menjadi vokalis Garasi untuk kepentingan show-show. Sampai saat ini, personel dan managemen Garasi masih melakukan audisi untuk vokalis mereka yang baru. Higin Ayuga dan Wembri Arlistha resmi menjadi personel baru untuk memperkuat Garasi.

Kini, album baru mereka yang bertajuk Kembali pada Agustus 2011. Album yang berisi 8 lagu dengan hits "Hidup Hanya Sekali" tampil dengan rock yang lebih fresh. Dalam album ini pula, hadirlah formasi baru Garasi.

Five Minutes

Anggota
   Ricky Tjahyadi (keyboard)
   Richie Setiawan (vokal)
   Drie Warnanta (bass)
   Roelhilman (gitar)
   Aria Yudhistira (drum).


Drie dan Ricky bertemu pada awal tahun 1990-an dan sempat membentuk band yang tampil di sejumlah kafe. Namun band ini hanya bertahan selama 2 tahun. Mereka kemudian membentuk Five Minutes bersama Sonny (gitaris), Dicky (drummer) dan Sanny (vokalis) di tahun 1994 untuk mengikuti Fetival Band Se-Jabar DKI di Bandung. Dalam ajang tersebut mereka berhasil menjadi juara 1 dari 102 peserta. Tak lama, mereka pun masuk dapur rekaman. Album perdana mereka bertajuk Five Minutes (1995), yang diikuti oleh Five Minutes 2 (1996), Romantik (1997), Ouw! (1997), Sekat (2002), dan The Best +5 (2003). Penampilan yang unik dengan mengenakan sarung dan baju gombrong di panggung, menjadi salah satu daya tarik mereka. Bahkan mereka sempat membuat video klip lagu "Ouw" di Australia dengan mengenakan sarung.
Formasi kedua

Setelah album "Ouw", Dicky (drummer) mengundurkan diri dari Five Minutes karena mulai tidak sepaham lagi dengan personel FM yang lain. Mulai sejak itu Five Minutes hanya beranggotakan 4 orang, yaitu Sanny (vokal), Ricky (keyboard), Sonny (gitar), dan Drie (bass). Mulai saat itu juga Five Minutes menanggalkan baju gombrong dan sarungnya pun dimodifikasi. Dan aransemen drum pada lagu-lagu FM dibuat oleh Ricky FM sendiri.
Formasi ketiga

Setelah album The Best + 5, Sanny sang vokalis dan Sonny (gitaris) mengundurkan diri. Ricky dan Drie pun berburu personel baru. Akhirnya Richie (vokal), Roelhilman (gitar), dan Aria Yudhistira (drum) melengkapi formasi Five Minutes yang baru. Pada bulan Juni 2007, mereka merilis album baru bertajuk Rockmantic. Mereka pun menanggalkan sarung yang selama ini lekat sebagai image mereka. Dengan lagunya "Bertahan", Five Minutes membuat rekor sebagai lagu dengan debut tertinggi pada chart harian radio airplay, yaitu debut lagu diposisi #3. Five Minutes kembali membuat rekor dengan lagunya "Salah Apa" yang menjadi lagu pertama yang mendapatkan debut posisi lagu di radio airplay langsung pada posisi #1, karena banyaknya request, dan bertahan diposisi puncak untuk 10 minggu.

Endank Soekamti

Anggota
   Ari (drum)
   Dori (gitar)
   Erik (bas dan vokal)

Tanggal 1 Januari 2001 begitu berarti untuk tiga orang berandalan dari jogja Erix, Ari & Dori!
Berawal dari keisengan & banci tampil,Erix mengajak Ari & Dori untuk memikat lawan jenis dengan nge-jamn disebuah event dimlm pergantian tahun. Applaus ratusan orang yang memadati Java café jogja menggema setiap lagu selesai dimainkan.

Respon baik dari teman-teman musisi dimlm itu membuat trio ini memutuskan untuk tetap jalan, dari situ timbul nama “nyleneh” Endank Soekamti.

Walopun terkesan asal-asalan,Nama Endank Soekamti mengandung filosofi yin dan yang bagi mereka. Dua nama tersebut merupakan 2 pribadi yang sangat berbeda. Nama Endank dicomot dari si Endang gebetan Ari yang begitu cantik dan baik hati, Sedangkan Soekamti diambil dari ibu guru Erix yang judes, jahat & galak. Yapz… cukup untuk mewakili baik & buruk.

Setelah itu mereka mulai latihan di studio untuk persiapan mengikuti beberapa acara lokal.anehnya mereka ga pernah lolos seleksi & berakhir sebagai penggembira. Merasa dendam & ga puas sebagai penonton, mereka merubah strategi dengan membuat 2 lagu demo, setelah itu melakukan pendekatan ke radio-radio. Alhasil 2 lagu mereka sukses diputar di radio. Berkat lagu yang tiap pagi siang & malam mereka request sendiri di radio sebagai pancing, Jogjakarta pun pelan2 mulai mengenal Endank soekamti Sampai akhirnya tiba juga banyak orang suka & merequest lagu mereka.. Boomm!!! 6 bulan menjadi top request Endank Soekamti meroket di kota sendiri. Mulai dari situ tawaran manggung ga pernah sepi...,he he.. Bahkan hampir Semua event lokal dikampus2 menampilkan mereka sebagai bintang tamu.

Belum puas dengan botol sebagai bayaran, mereka memutuskan untuk berjuang menuju industri musik nasional. Diakhir tahun 2002 mereka mencoba membuat demo secara digital recording dirumah sendiri untuk dikirim ke label-label besar di Jakarta.Karna bosan menunggu tanggapan dari Jakarta,Erix Dory Ari melakukan diskusi dengan senior2 musisi dijogja,disitulah Pongky jikustik dan tony trax terinspirasi untuk membuat sebuah Label & merekrut Endank soekamti sebagai artisnya.

Juni 2003 Endank Soekamti merilis album pertama “KELAS I” dibawah bendera Proton Record, tak disangka jika respon pendengar musik nasional sangat antusias dengan album ini. Data sampai akhir 2006 mencatat 40ribu keping telah terjual.

Seiring dengan semakin dikenalnya Endank Soekamti muncul sekumpulan anak2 muda yg menamakan diri sebagai kamtis family (fans Endank Soekamti) di berbagai penjuru kota di Indonesia yang jumlahnya semakin hari semakin banyak. Dukungan kamtis membuat mereka lebih bersemangat bertahan di gilanya industrii music indonesia.

Ditahun 2004 Endank Soekamti mulai dilirik Warner Music Indonesia & 2005 akhirnya endank soekamti merilis album kedua “Pejantan Tambun” dibawah Label besar Warner Music Indonesia.

Melewati perjuangan dari panggung kepanggung sepanjang tahun 2005-2006 album ini mengalami penurunan terjual 30.000 copy . Ironisnya showcase mereka tercatat dengan jadwal yang lbh padat. Bahkan ditahun itu Endank soekamti sempat mendapat gelar RAJA PENSI diJKT.

Di tahun 2007 mereka merilis album ketiga dengan judul “sssttt!!!”. Album yang penuh experiment ini direkam & dimixing sendiri dirumah dengan alat yang serba sederhana. mereka juga menambah pendewasaan lagu tanpa mengurangi cirri khas mereka yg sedikit nakal. Sound yg dihasilkan pun bs dipertanggung jawabkan, bahkan banyak yang berpendapat sound album ketigalah yang paling matang . Dialbum ini juga sebuah pembuktian bahwa Endank soekamti termasuk band yg sangat survive & exis. bahkan banyak yang berpendapat sound album ketigalah yang paling matang.

EdanE

EdanE adalah grup musik beraliran hard rock dan heavy metal Indonesia asal Jakarta yang mulai berkarya sejak tahun 1991. EdanE dikenal dengan permainan gitar edan dari Eet Sjahranie, personel motornya yang pernah sepanggung dengan musikus-musikus legendaris Indonesia seperti God Bless, Iwan Fals, dan Sawung Jabo.

Nama EdanE berasal dari singkatan nama Eet Sjahranie dan Ecky Lamoh, yang akhirnya menjadi E dan E. Saat terbentuk tahun 1991, EdanE terdiri atas Eet Sjahranie (gitar), Ecky Lamoh (vokal), Iwan Xaverius (bass), dan Fajar Satritama (drum).

Setelah ikut bersama EdanE dalam merilis album pertama, "The Beast" (1992), Ecky sebagai vokalis meninggalkan EdanE, namun EdanE tak berganti nama. Heri Batara (Ucok) masuk untuk menggantikan Ecky, Heri Batara menjadi vokalis utama dalam dua album Edane, "Jabrik" dan "Borneo" - namun dalam pengerjaan album "Borneo" Heri Batara sempat sakit dan digantikan oleh "Fatah Mardiko" untuk beberapa lagu dalam album tersebut. Setelah dua album tersebut,posisi Heri Batara diambil alih oleh Trison Manurung, mantan vokalis band Roxx.

Pada pertengahan tahun 2003, EdanE kembali mengalami pergantian vokalis, pada 9 Juli 2003 Trison mengundurkan diri dari EdanE, yang diikuti berita simpang siur mengenai pengunduran dirinya. Setelah Trison mengundurkan diri, EdanE mendapatkan vokalis baru, mantan anggota Razzle Band yaitu Robby Matulandi, yang biasa membawakan lagu-lagu dari Guns n Roses, grup musik rock asal Amerika Serikat. Dengan hadirnya Robby sebagai vokalis, EdanE kembali mengusung musik beraliran hard rock dengan menonjolkan kemampuan individual masing-masing personelnya di album mereka. Menurut Eet Sjahranie, pergantian vokalis ini sering terjadi karena sejak pembuatan album Borneo, di antara personel EdanE terdapat ketidakseimbangan dalam hal memenuhi tuntutan musik EdanE.

EdanE telah merilis tujuh album, antara lain The Beast (1992), Jabrik (1994), Borneo (1996), 9299 (1999), 170 Volts (2002), Time To Rock (2005) dan Edan (2010), dimana Album 9299 (Aquarius Musikindo) merupakan kompilasi lagu baru dan lagu lama, dengan lagu "Untuk Dunia", "Dengarkan Aku", dan "Rock On" yang menjadi hit single. Lagu lama yang masuk antara lain "Jabrik", "Ikuti" dan "Borneo" yang sarat dengan unsur etnik Dayak.
Karakter musik

Aliran musik EdanE adalah hard rock, walaupun Eet lebih suka menyebutnya rock saja. Menurut Eet dan Fajar, proses penciptaan musik EdanE banyak bertolak dari rif-rif yang dimainkan di studio yang kemudian berkembang menjadi komposisi dan akhirnya lagu, inilah sebabnya penggarapan album EdanE selalu lama. Untuk satu album EdanE bisa menghabiskan lebih dari seratus shift, jumlah yang cukup banyak bagi grup musik lain.

Sejak dirintis tahun 1991, manajemen EdanE telah berpindah dari tangan ke tangan. Saat pertama terbentuk ditangani oleh Ali Akbar, kemudian pindah ke Jimmy Doto, lalu ke Aci, dan pernah pula ditangani sendiri. Saat ini manajemen EdanE dipegang oleh Heri Batara dengan Rock On Management-nya.

Group EdanE pernah menjalankan kontrak dengan Sony BMG. Setelah lepas, mereka bergabung dengan Log Management yang dipimpin oleh Log Zhelebour. Log Zhelebour telah mengenal Eet Sjahranie sejak tahun 1989, pada saat Eet masih bergabung dengan grup musik God Bless dan menelurkan album "Raksasa" (1989) dan "Apa Kabar" (1997).
Formasi

Berikut adalah formasi EdanE yang pernah terjadi menurut kurun waktu:

EdanE I :

    Eet Sjahranie - gitar
    Ecky Lamoh - vokal
    Iwan Xaverius - bass
    Fajar Satritama - drum

EdanE II :

    Eet Sjahranie - gitar
    Heri Batara - vokal
    Iwan Xaverius - bass
    Fajar Satritama - drum

EdanE III :

    Eet Sjahranie - gitar
    Trison Manurung - vokal
    Iwan Xaverius - bass
    Fajar Satritama - drum

EdanE IV :

    Eet Sjahranie - gitar
    Robbie Matulandi - vokal
    Iwan Xaverius - bass
    Fajar Satritama - drum

EdanE V :

    Eet Sjahranie - gitar
    Fajar Satritama - drum
    Ervin Nanzabakri - vocal
    Daeng Oktav - bass
    Hendra Zamzami - rhythm guitar

Cokelat

Anggota
    Jackline Rossy - Jackline (vokal)
    Otto Trijati Pambudi (additional drum)
    Ernest Fardiyan Sjarif (gitar)
    Febrianto Nugroho Surjono - Ronny (bass)            Edwin Marshal Syarif (gitar)
Mantan Anggota
    Roberto Pieter (gitar)
    Kikan (vokal)
    Ervin Syam Ilyas (drum)
    Siti Sabariah Hadju - Sarah (vokal)

Grup yang dibentuk tanggal 25 Juni 1996 ini hadir dengan spontanitas dan semangat yang sangat tinggi. Berawal di kampus di STISI Bandung, Cokelat memulai karir lewat pementasan-pementasan kampus. Saat itu menjelang pertengahan tahun 1996, Cokelat yang diperkuat oleh Robert (gitar), Kikan (vokal), Bernard (gitar), Ronny (bas) dan Deden (drum) menonjol lewat musik-musik bercorak rock alternatif dan sering membawakan nomor-nomor milik Alanis Morissette dan The Cranberries. Cokelat dipilih karena disukai semua orang, dan musik mereka yang cepat akrab dengan telinga memang menjadikan Cokelat sebagai salah satu band Indonesia yang disukai

Tahun 1997, nama Cokelat pun menghiasi album kompilasi Indie Ten yang antara lain menghadirkan Padi, Wong, Gen dan Caffeine. Namun di album tersebut, posisi dram tidak lagi diperkuat oleh Deden. Sekitar bulan April 1999, mereka akhirnya bisa menuntaskan dan merilis album debut bertajuk 'Untuk Bintang' yang sempat melejitkan lagu Pergi.

Namun sepanjang masa penantian pembuatan album tersebut, Cokelat berganti formasi lagi. Kini giliran gitaris mereka, Bernard yang keluar. Sebagai penggantinya, masuk Edwin yang sebelumnya memperkuat grup beraliran hard rock, Koma. Album Ketiga Cokelat yang bertajuk 'Rasa Baru' di tahun 2002 berhasil mendapatkan triple platinum dan telah terjual lebih dari 500 ribu kopi.

Bondan Prakoso & Fade 2 Black

Anggota
   Ardaninggar Nazir (Rappin' Rhyming)
   Bondan Prakoso (Bass , Vocal)
   Danial Rajab Fahreza (Rappin' Rhyming)
   Tito Budidwinanto (Rappin', Human Beatbox)

Bondan Prakoso & Fade 2 Black merupakan kolaborasi musikal antara Bondan Prakoso (musisi, bassis) dan Fade 2 Black (grup rap beranggotakan Titz, Santoz dan Lezzano). Pada tahun 2004 Bondan berniat membuat proyek musik yang menggabungkan berbagai jenis musik ke dalam sebuah bentuk musik baru. Dia lalu mengajak Titz, seorang rapper yang merupakan teman satu kampusnya di Universitas Indonesia untuk bergabung. Namun Titz merasa kalau band ini akan semakin kuat jika grupnya, Fade 2 Black, turut bergabung. Akhir tahun 2004 Bondan & Fade 2 Black mulai melangkah ke dapur rekaman. Mereka pun menciptakan beberapa lagu dengan sentuhan Rap, Rock, dan Funk. Bondan Prakoso bertanggung jawab di sisi instrumen, looping dan aransemen, sedangkan Fade 2 Black menggarap lirik lagunya. Proses ini hanya berlangsung 4 bulan, dan pada bulan Agustus 2005 album perdana mereka yang bertajuk “RESPECT” resmi dirilis di bawah naungan Sony BMG Music Indonesia. Album tersebut diwarnai berbagai jenis musik dengan rap sebagai vokal utama, dengan ditimpali suara Bondan yang turut menghiasi beberapa lagu. Dengan album bermaterikan 12 lagu itu, Bondan Prakoso & Fade 2 Black pun menuai beragam prestasi, diantaranya adalah Best Rap Album Production dalam Indonesian Music Award 2006. Album kedua mereka, “UNITY” dirilis pada bulan November 2007. Album yang menjagokan lagu “Keroncong Protol” ini semakin memantapkan posisi Bondan Prakoso & Fade 2 Black sebagai band yang kreatif dan mampu menciptakan sesuatu yang berbeda. Berkat album ini mereka kembali meraih penghargaan Best Rap Album Production dalam Indonesian Music Award 2008.

Tentang Bondan Prakoso

Bondan Prakoso lebih dulu dikenal sebagai penyanyi cilik lewat lagu “Lumba-Lumba” yang populer di era 80-an. Ketika beranjak dewasa dia tetap setia di jalur musik, dengan bass sebagai “senjatanya”.

Fade 2 Black

Tahun 1999 Bondan bergabung dengan Funky Kopral. Bersama band ini, Bondan sempat menelurkan dua album, yaitu Funchopat (1999) dan Funkadhelic Rhythm and Distortion (2000). Namun pada tahun 2003 Bondan memutuskan mundur dari Funky Kopral dan kemudian membentuk Bondan Prakoso & Fade 2 Black. Musisi kelahiran 8 Mei 1984 ini dikenal sebagai bassis yang handal. Bahkan dia sempat tampil dalam acara “Bass Heroes” bersama 11 pemain bass Indonesia lainnya, seperti Thomas “GIGI”, Rindra “Padi”, Bongky “BIP”, dan Adam Sheila on 7. Penampilan mereka juga direkam dalam album kompilasi “Bass Heroes” yang dirilis tahun 2006.
Sejarah

Pada tahun 2004 Bondan berniat membuat proyek musik yang menggabungkan berbagai jenis musik ke dalam sebuah bentuk musik baru. Dia lalu mengajak Titz, seorang rapper yang merupakan teman satu kampusnya di Universitas Indonesia untuk bergabung. Namun Titz merasa kalau band ini akan semakin kuat jika grupnya, Fade 2 Black, turut bergabung.

Akhir tahun 2004 Bondan & Fade 2 Black mulai melangkah ke dapur rekaman. Mereka pun menciptakan beberapa lagu dengan sentuhan Rap, Rock, dan Funk. Bondan Prakoso bertanggung jawab di sisi instrumen, looping dan aransemen, sedangkan Fade 2 Black menggarap lirik lagunya.

Proses ini hanya berlangsung 4 bulan, dan pada bulan Agustus 2005 album perdana mereka yang bertajuk "RESPECT" resmi dirilis di bawah naungan Sony BMG Music Indonesia. Album tersebut diwarnai berbagai jenis musik dengan rap sebagai vokal utama, dengan ditimpali suara Bondan yang turut menghiasi beberapa lagu.

Dengan album bermaterikan 12 lagu itu, Bondan Prakoso & Fade 2 Black pun menuai beragam prestasi, diantaranya adalah Best Rap Album Production dalam Indonesian Music Award 2006.

Album kedua mereka, "UNITY" dirilis pada bulan November 2007. Album yang menjagokan lagu "Keroncong Protol" ini semakin memantapkan posisi Bondan Prakoso & Fade 2 Black sebagai band yang kreatif dan mampu menciptakan sesuatu yang berbeda. Berkat album ini mereka kembali meraih penghargaan Best Rap Album Production dalam Indonesian Music Award 2008.

Bimbo

Bimbo adalah sebuah grup musik Era 70-an di Indonesia,  Grup ini didirikan sekitar tahun 1967. Personil Bimbo terdiri atas Sam Bimbo, Acil Bimbo, Jaka Bimbo dan Iin Parlina.
Trio Bimbo ini banyak dipengaruhi oleh musik Latin. Lagu monumentalnya adalah lagu melati dari jayagiri.
Album perdananya adalah Melati Dari Jayagiri karya Iwan Abdurachman, di label Fontana Singapura. Pada masanya yaitu era 70-an, lagu-lagu balada identik dengan lagu yang dibawakan oleh Bimbo. lagu-lagu balada yang cenderung berpola minor dengan lirik-lirik puitis. Contoh lagu lainnya adalah lagu Flamboyan yang juga sangat terkenal.

Dipertengahan 70-an, Bimbo yang lalu diperkuat oleh Iin Parlina dari Yanti Bersaudara mulai menjamah lagu-lagu dengan tema-tema keseharian seperti Abang Becak hingga lagu-lagu yang titelnya menggunakan serial anggota tubuh seperti Kumis, Tangan hingga Mata yang cenderung bernada humor.
Memasuki era 80-an Bimbo mulai bermain dengan lagu-lagu dengan tema-tema kritik sosial seperti Antara Kabul dan Beirut atau Surat Untuk Reagan dan Brezhnev.
Namun, di sisi lain ciri khas sebagai kelompok religius pun melekat erat. Berawal dengan lagu Tuhan karya Sam Bimbo dan berlanjut dengan album qasidah di sekitar tahun 1974.
Dalam perjalanan musiknya Bimbo juga banyak menjalin kolaborasi dengan sederet sastrawan seperti Wing Kardjo dan Taufiq Ismail.

Pada tahun 2007, Bimbo merilis album baru yang antara lain menampilkan karya terbaru Taufiq Ismail yang berpola kritik sosial yaitu Jual Beli dan Hitam Putih.
Inilah salah satu grup legendaris masa lalu yang masih eksis hingga kini dengan kualitas lagu yang terjaga apik.

Asbak

Anggota
   Arthur (vokal)
   Capoenk (gitar)
   Rully (gitar)
   Jezzy (bass)
   Iman (drum)

Band Asbak merupakan salah satu band yang tergolong beraliran musik pop alternative, namun pada dasarnya ada sedikit sentuhan Rock & Roll pada Guitar, drum yang progressive dan alunan yang halus, mungkin ini yang sedikit membedakan Asbak dengan band pop alternative yang ada.Album perdana Asbak ini terdiri dari 10 lagu dengan judul Membuatmu Cinta Padaku yang juga merupakan salah satu hits single mereka mereka juga ada lagu buka semua dimana band Asbak berduet dengan angel, ternyata salah mengenalmu dan masih banyak lagu-lagu lainnya Dalam album ini sebagian besar lagu-lagunya bertemakan tentang cinta, cinta yang dipandang secara universal agar masyarakat bebas untuk mengartikannya sedih, bahagia dan pengharapan, bukan sengaja juga dalam album ini isinya sebagian besar lagu cinta, tapi karena memang cinta itu dapat menyatukan segalanya.

Band yang berdiri pada 13 Januari 2008 ini berawal dari band SMA. Mereka rajin mengisi acara-acara di sekolah dan mengikuti festival band. Beberapa festival yang pernah mereka ikuti antara lain festival band antar pelajar se-Jabotabek di Mercubuana tahun 1999 (masuk 10 besar) dan juara 3 Festival band STIE Nusantara,

Keinginan rekaman tercapai setelah masuk album kompilasi Slankers Jakarta 1. Kesempatan semakin berkembang setelah mereka sering mengisi event slankers party hingga akhirnya menjadi opening act Slank pada Slank Demon Crazy di Ancol tahun 2000.

Seiring makin dewasa, mereka juga makin berkembang. Di awal tahun 2006 mereka terpilih sebagai band indie terbaik Radio Oz Bandar Lampung dan di pertengahan tahun 2006 masuk 10 besar finalis LA lights Indie Festival mewakili Radio Ardan Bandung.

Tahun 2008, Asbak merilis album perdana mereka, Membuatu Cinta Padaku. Album ini berisi 10 lagu dengan tema umum mengenai cinta.

Armada

Anggota
   Rizal (vokal)
   Radha (gitar)
   Mai (gitar)
   Andit (drum)
   Endra (bass)


Armada bukanlah band baru di blantika musik Indonesia. Di tahun 2008, band yang saat ini berpersonil Rizal (vocal), Andhit (drum), Radha (gitar), Endra (bass), dan Mai (gitar) sempat merilis album bertajuk ‘Balas Dendam’, bahkan sebelum itu mereka pun sempat mengagetkan dunia music Indonesia dengan lagu mereka “Kekasih Yang Tak Dianggap”. Yang berhasil menduduki banyak posisi teratas chart/tangga lagu radio-radio terkemuka di Indonesia . Kejayaan tersebut mereka dapatkan ketika mereka masih menggunakan nama KERTAS band.
Armada memang sebelumnya bernama Kertas. Kertas merupakan salah satu band yang bersinar di kota Palembang. Tak hanya di Palembang, Kertas juga cukup dikenal di beberapa wilayah di Sumatera, bahakan di seluruh penjuru tanah air. Lagu mereka yang berjudul Kekasih yang Tak Dianggap menjadi hits di seluruh pelosok tanah air dalam waktu yang lama. Personil band kertas adalah Rizal (vocal), Radha dan Argha pada gitar, drum dikuasai oleh Andhit dan Endra pada Bass.
Namun hasil kesuksesan ketas tidak pernah dirasakan oleh personilnya. Sebuah label musik, yang tidak dapat disebutkan namanya, memberikan janji-janji belaka kepada Kertas, dan lagu bagus pun terbuang percuma tanpa hasil apa pun. Pihak personil Kertas sudah sering mengajak berunding dengan pihak label, mereka (Kertas) ingin meminta penjelasan kemana uang yang seharusnya menjadi hak mereka. Lalu dari hasil show-show juga tidak pernah mendapatkan upah. Rencana promosi yang tidak jelas sampai dengan penggunaan lagu Kertas tanpa seijin dari penciptanya. Hal tersebut masih terjadi sampai tahun 2007.
Hingga akhirnya, personil ketas berhasil mengajak berunding pihak label. Tetapi yang terjadi malah sebaliknya, pihak label meminta ganti rugi sebesar 350 juta kepada Kertas. Karena merasa dirugikan, pihak Kertas tidak menanggapi soal ganti rugi yang dungkapkan oleh pihak label, tetapi hal itu malah membuat pihak label makin menggila dan membawa kasus ini ke ranah hokum.
Kemudian Kertas dituntut untuk membayar 1,3 miliar Rupiah. Hal tersebut membuat personil Armada ketakutan bukan main, karena mereka bukan berasal dari keluarga yang berada melainkan orang kecil yang selalu ditindas. Pada saat perkara it uterus bergulir, Ketas beranggapan “Jika harus menunggu perkara baru membuat album baru, maka mereka tidak bias hidup”. Setelah dipertimbangkan secara matang maka mereka memutuskan mengganti nama menjadi ARMADA dengan sedikit mengubah formasi karena salah satu personilnya mengundurkan diri dan tidak mampu menghadapi beban. Dengan mengubah nama berarti mereka seakan-akan memulai semuanya dari awal lagi. Karena aorang akan menganggap bahwa mereka adalah band baru, tetapi mereka udah siap dengan konsekuensi tersebut.
Dan mereka memutuskan untuk bertahan saja di Jakarta. Dengan dibantu oleh Universal Music Studio Indonesia untuk merilis album perdana Armada. Kertas resmi berganti nama menjadi Armada pada tanggal 27 Oktober 2007. Nama Armada ini diambil dengan alas an simple dan mudah diingat. Kata ARMADA didapat dari gabungan nama-nama personilnya. A untuk Andhit, R untuk Rizal, M untuk Mai, AD untuk ArDha, dan huruf terakhir A untuk endrA.
Sayangnya album perdana Armada yang bertajuk “Balas Dendam” tidak begitu meledak di pasaran, namun hal tersebut tidak mematahkan semangat personilnya. Tahun 2009 Armada merilis album baru yang berajuk “Hal Terbesar” di bawah naungan label E Motion Entertainment. Berbeda dengan album pertama yang penuh dengan nuansa kemarahan, sehingga terasa lebih nge-rock, di album kedua, mereka hadir lebih ngepop dengan mengandalkan harmonisasi sehingga terasa lebih matang. Hal ini terlihat pada lagu-lagu mereka dalam album ini, seperti : Buka Hatimu, Mau Dibawa Kemana, Pemilik Hati, Kau harus Terima dan lainnya. Ciri Melayu yang melekat pada vocal Rizal juga masih melekat di album kedua ini.

Angkasa

Anggota
   Ato (Vokalis)
   Ovieck (basis)
   Anggie (Drummer)
   Ling Ling (Keyboard)
   Teguh (Guitar)


Angkasa adalah band asal Cianjur yang terbentuk pada 23 November 2004, awalnya adalah band panggung dengan warna klasik rock. Mereka juga kerap membawakan lagu-lagu milik Bon Jovi, U2, Mr Big atau Dewa. Masing-masing mereka memiliki latar belakang musik rock. Itu yang menyatukan jiwa mereka sampai sekarang. Lingkungan yang kondusif menjadikan Angkasa Band berkembang pesat. Mereka menjadi Juara I Festival Band tingkat SLTA tahun 2004, dan Juara III Musikalisasi Puisi Se Jawa Barat di tahun yang sama.

Kemudian mereka juga menjadi Juara I Pentas Merdeka tahun 2006, dan Juara III Lomba Cipta Lagu Se Jabar tahun 2007. Band ini juga sempat ikut ajang Dreamband tahun 2005 yang menjadikan Ato terpilih dalam tiga besar untuk kategori vokalis. Hanya saja, dia memutuskan untuk tetap bersama Angkasa.

Blessing in disguise, pamor itu juga yang membawa mereka ke tangan produser Harry Tasman yang kemudian membawa mereka berkenalan dengan label sebesar Warner Music Indonesia. Dalam waktu singkat mereka akhirnya menandatangani kontrak untuk membuat album yang sesungguhnya. Lahirlah album JPS dengan hit JPS, Luka, Asya, Cemburu Buta, Cinta Berat, Putuskan Aku, Teman, Tyas, Yang Berlalu Biarlah, dan Akulah Yang Bisa. script: detik.com

Andra And The Backbone

Anggota
   Andra (gitar)
   Dedy (vokal)
   Stevie (gitar)

Andra And The Backbone (AATB) berawal dari keinginan lama musisi sekaligus gitaris dewa 19 "Andra" pada waktu itu untuk membuat album solo. Sambil memotori band Dewa 19 bersama Ahmad Dhani, sedikit demi sedikit Andra mengumpulkan lagu ciptaan sendiri. Namun, rencana pemilik nama lengkap Andra Junaidi Ramadhan ini sering harus dipendam sementara waktu karena jadwal Dewa 19 sangat padat.

Baru pada 2006, Andra mulai intens menggarap album solo menyusul jadwal Dewa 19 yang mulai berkurang. Dalam waktu bersamaan, Andra melihat potensi dari Stevie Morley Item yang tak lain adalah anak musisi gaek Yopie Item. Sebelumnya, Stevie kerap menjadi additional player Dewa 19. Kebetulan, dalam bermusik mereka memiliki visi dan misi yang mirip.

Di tahun yang sama, Andra menemukan Dedy Lisan untuk mengisi posisi vokal. Dedy yang saat itu masih berprofesi sebagai wartawan Majalah Hai bergabung atas rekomendasi Ari Lasso. Mereka lantas membuat demo dan menyerahkan ke label rekaman. Tak lama kemudian, album perdana rampung dengan judul Andra and The Backbone (AATB) yang juga adalah nama grup mereka.

Sebagai pendatang baru, kesuksesan Andra and The Backbone (AATB) cukup mengejutkan. Di tahun pertama, album perdana AATB terjual 75 ribu copy.Sambutan masyarakat menggembirakan. Publik rupanya sudah lama menantikan Andra beraksi di luar Dewa 19. Terbukti saat AATB meluncurkan album kedua berjudul Season 2. Hingga bulan pertama, penjualan Season 2 sudah mencapai 40 ribu copy.Namun, publik tidaklah begitu terkejut dengan personel yang berada di belakang AATB. Terutama nama Andra yang juga gitaris band Dewa 19.