• Vino Bastian

    Aktor terbaik indonesia dengan bayaran termahal 2009 oleh FFI setelah menggeser posisi Tora Sudiro

  • Agnes Monica

    Penyanyi solo energik dan multi tallent memuli go internasional berawal dari duet bersama Jery Yan (korea) dan mendapat penghargaan Best Asian Artist Awards

  • Entis Sutisna alias SULE

    Pelawak jebolan sebuah ajang audisi lawak yang saat ini menjadi idola setiap pecinta komedi.

  • Choky Sitohang

    Menjadi Pembawa acara yang sangat murah senyum dan terkesan proffesional,terlihat dari cara berbusananya yang formal dan berdasi

  • NOAH

    Selalu menjadi idola bahkan setelah vokalisnya Aril terjerat kasus hukum pornografi dan menginap di jeruji besi bertahun-tahun

Tampilkan postingan dengan label pelawak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pelawak. Tampilkan semua postingan

Tessy

Tessy, Tessi, atau Tesi (lahir di Banyuwangi, Jawa Timur, 31 Desember 1947; umur 64 tahun) adalah pelawak anggota grup Srimulat. Nama aslinya adalah Kabul Basuki, sedangkan nama panggungnya berasal dari putri sulungnya sendiri, Tessy Wahyuni Riwayati Hartatik.Sebelum menjadi pelawak, Tessy adalah anggota KKO Angkatan Laut untuk operasi pembebasan Irian Barat di tahun 1961-1963. Lepas dari marinir, dia terjun ke panggung hiburan rakyat di Surabaya, dan bergabung Srimulat Surabaya pada tahun 1979

Ciri khas Tessy di panggung adalah peran banci, kosmetik tebal, bibir monyong, cincin akik bermata besar yang banyak di jari-jarinya, serta logat Suroboyoanyang kental. Tessy juga sering menggoda artis wanita lainnya yang sepanggung dengannya. Gaya banci ini pertama kali dipakai Tessy pada saat ia berperan sebagai Hansip, saat itu dia spontan berimprovisasi untuk menghidupkan suasana dengan bertingkah kemayu. Karena sukses, sejak itu peran banci selalu dipakai dalam setiap pementasan. Selain itu, dia sering memplesetkan sendiri namanya menjadi Tessy Ratnasari, Tessy Kaunang, Tessy Lupita Jones, Tessy van lontong dan sebagainya

Kiwil

 Siapa sangka pelawak yang dikenal bernama Kiwil ternyata memiliki nama lengkap Wildan Delta. Pelawak satu ini sering menggunakan banyolan dengan menirukan Da’i kondang, Zainuddin MZ untuk menggelitik tawa para penontonnya.

Selain melawak, cowok kelahiran Jakarta, 10 Agustus 1972 ini juga pernah merambah dunai layar lebar. Tercatat beberapa film pernah ia perankan. Sebut saja, Setan Budeg (2008), Tulalit (2008), Tiren : Mati Kemaren (2008), dan Paku Kuntilanak (2009).

Kehidupan pribadi Kiwil sempat jadi sorotan. Pasalnya pelawak ini memilih untuk berpoligami. Saat ini Kiwil bersama kedua istrinya, Rohimah dan Meggi Wulandari. Pada beberapa waktu lalu, Kiwil sempat akan digugat cerai istri keduanya, Megi. Karena Meggi menganggap Kiwil belum adil. Namun akhirnya hal itu nggak jadi dilakukan, Megi memilih memberi kesempatan kepada Kiwil untuk berubah.

Sayangnya, kesempatan yang diberikan Meggi nampaknya sia-sia. Alhasil, ia pun menggugat cerai Kiwil. Perceraian yang dilakukan secara diam-diam itu baru terungkap saat ini. Megi mengatakan bahwa ia sudah tak lagi menyandang status sebagai  istri Kiwil lantaran ia tak kuat untuk terus hidup dimadu.

Kelik Pelipur Lara

Kelik Pelipur Lara adalah seorang komedian asal Indonesia yang lahir di Yogyakarta, 14 Agustus 1967. Kelik bernama asli Raden Keliek Sumaryoto. Kelik menikah dengan seorang wanita yang bernama Endah Dwi Widyawati pada tanggal 21 Juli 2008.


Kelik dikenal luas oleh masyarakat Indonesia sejak dirinya membintangi salah satu acara komedi-politik, DEMOCRAZY, yang ditayangkan oleh salah satu televisi swasta. Dalam acara ini, Kelik didaulat untuk memerankan tokoh wakil presiden. Namun sebelumnya, dia juga sempat berperan sebagai Ucup dalam serial LUPUS.

Kelik tergabung dalam grup lawak yang bernama LBH (Lembaga Bantuan Humor) dengan teman-temannya yang berasal dari satu daerah yang sama. Di tahun yang sama, Kelik juga pernah membintangi sebuah film yang berjudul CAPRES (CALO PRESIDEN).

Kasino Warkop

Drs. Kasino Hadiwibowo atau biasa dikenal sebagai Kasino Warkop DKI, Ia merupakan salah satu personil grup lawak legendaris Indonesia yaitu Warkop DKI bersama Dono Warkop DKI dan Indro Warkop DKI. Kasino dilahirkan di Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, pada tanggal 15 September 1950, Beliau menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 16 Desember 1997 di Jakarta karena menderita tumor otak, Kemudian di susul oleh Dono Warkop yang juga dipanggil ke Rahmatullah karena sakit yang ia derita, kini anggota Warkop DKI yang tersisa hanya Indro Warkop. Kasino kemudian bersekolah di SDN Budi Utomo, Jakarta, kemudian masuk di SMP yaitu SMPN 51 Cipinang, Jakarta pada tahun 1966, setelah itu melanjutkan sekolahnya di SMAN 22 Jatinegara, Jakarta. Setelah menyelesaikan Sekolahnya ia kemudian melanjutkan pendidikannya di Universitas Indonesia di Fakultas Ilmu Sosial di Jurusan Ilmu Administrasi Niaga. Orangtuanya, dia sendiri dan bahkan Fakultas Ilmu Sosial UI, tempatnya dulu menuntut ilmu, mungkin tidak pernah membayangkan ia bakal menjadi pelawak.

Tetapi Kasino mengaku bahwa sense of humour dimilikinya sejak dulu. Dari kecil Kasino sudah suka ngejailin orang tutur Kasino yang panggilan akrabnya Seky (artinya, si pesek). Di kampus, kebetulan Seky bertemu orang-orang yang sealiran, seperti Nanu Mulyono (almarhum) dan Wahjoe Sardono alias Dono. Jadilah mereka membanyol, meng-kick sana-sini.Keberuntungan Seky bermula di malam Jumat, saat ia dan kawan-kawannya kongkow di radio Prambors, cuap-cuap sekenanya model obrolan di warung kopi. Ternyata, acara begitu banyak peminatnya. Setiap acara tiba, pisang goreng, ketan pakai kelapa parut, dan banyak makanan lain, menumpuk di studio. Kebanyakan yang mengirim ibu-ibu, kata Kasino. Mereka kemudian menjadi laris, sebagai penjual tawa.

Awalnya Warkop atau sebelumnya Warkop Prambors, juga kemudian dikenal sebagai Trio DKI adalah grup lawak yang dibentuk oleh Nanu (Nanu Mulyono), Rudy (Rudy Badil), Dono (Wahjoe Sardono), Kasino (Kasino Hadiwibowo) dan Indro (Indrodjojo Kusumonegoro). Nanu, Rudy, Dono dan Kasino adalah mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Jakarta sedangkan Indro kuliah di Universitas Pancasila, Jakarta. Mereka pertama kali meraih kesuksesan lewat acara Obrolan Santai di Warung Kopi yang merupakan garapan dari Temmy Lesanpura, Kepala Bagian Programming Radio Prambors. Acara lawakan setiap Jumat malam antara pukul 20.30 hingga pukul 21.15, disiarkan oleh radio Prambors yang bermarkas di kawasan Mendut, Prambanan, Borobudur, alias Menteng Pinggir.

Ide awal obrolan Warkop Prambors berawal dari dedengkot radio Prambors, Temmy Lesanpura. Radio Prambors meminta Hariman Siregar, dedengkot mahasiswa UI untuk mengisi acara di Prambors. Hariman pun menunjuk Kasino dan Nanu, sang pelawak di kalangan kampus UI untuk mengisi acara ini. Ide ini pun segera didukung oleh Kasino, Nanu, dan Rudy Badil, lalu disusul oleh Dono dan Indro. Rudy yang semula ikut Warkop saat masih siaran radio, tak berani ikut Warkop dalam melakukan lawakan panggung, karena demam panggung (stage fright). Dono pun awalnya saat manggung beberapa menit pertama mojok dulu, karena masih malu dan takut. Setelah beberapa menit, barulah Dono mulai ikut berpartisipasi dan mulai kerasan, hingga akhirnya terus menggila hingga akhir durasi lawakan. Indro adalah anggota termuda, saat anggota Warkop yang lain sudah menduduki bangku kuliah, Indro masih pelajar SMA.

Pertama kali Warkop muncul di pesta perpisahan (kalau sekarang prom nite)
SMA IX yang diadakan di Hotel Indonesia. Semua personel gemetar, alias demam panggung, dan hasilnya hanya bisa dibilang lumayan saja, tidak terlalu sukses. Namun peristiwa pada tahun 1976 itulah pertama kali Warkop menerima honor yang berupa uang transport sebesar Rp20.000. Uang itu dirasakan para personel Warkop besar sekali, namun akhirnya habis untuk menraktir makan teman-teman mereka. Berikutnya mereka manggung di Tropicana. Sebelum naik panggung, kembali seluruh personel komat-kamit dan panas dingin, tapi ternyata hasilnya kembali lumayan.

Warkop DKI

Baru pada acara Terminal Musikal (asuhan Mus Mualim), grup Warkop Prambors baru benar-benar lahir sebagai bintang baru dalam dunia lawak Indonesia. Acara Terminal Musikal sendiri tak hanya melahirkan Warkop tetapi juga membantu memperkenalkan grup PSP (Pancaran Sinar Petromaks), yang bertetangga dengan Warkop. Sejak itulah honor mereka mulai meroket, sekitar Rp 1.000.000 per pertunjukan atau dibagi empat orang, setiap personel mendapat no pek go ban (Rp 250.000). Mereka juga jadi dikenal lewat nama Dono-Kasino-Indro atau DKI (yang merupakan pelesetan dari singkatan Daerah Khusus Ibukota). Ini karena nama mereka sebelumnya Warkop Prambors memiliki konsekuensi tersendiri. Selama mereka memakai nama Warkop Prambors, maka mereka harus mengirim royalti kepada Radio Prambors sebagai pemilik nama Prambors. Maka itu kemudian mereka mengganti nama menjadi Warkop DKI, untuk menghentikan praktik upeti itu.

Dari semua personel Warkop, mungkin Dono lah yang paling intelek, walau ini agak bertolak belakang dari profil wajahnya yang 'ndeso' itu. Dono bahkan setelah lulus kuliah menjadi asisten dosen di FISIP UI tepatnya jurusan Sosiologi. Dono juga kerap menjadi pembawa acara pada acara kampus atau acara perkawinan rekan kampusnya. Kasino juga lulus dari FISIP. Selain melawak, mereka juga sempat berkecimpung di dunia pencinta alam. Hingga akhir hayatnya Nanu, Dono, dan Kasino tercatat sebagai anggota pencinta alam Mapala UI. Setelah puas manggung dan mengobrol di udara, Warkop mulai membuat film-film komedi yang selalu laris ditonton oleh masyarakat. Dari filmlah para personel Warkop mulai meraup kekayaan berlimpah. Dengan honor Rp 15.000.000 per satu film untuk satu grup, maka mereka pun kebanjiran uang, karena tiap tahun mereka membintangi minimal 2 judul film pada dekade 1980 dan 1990-an yang pada masa itu selalu diputar sebagai film menyambut Tahun Baru Masehi dan menyambut Hari Raya Idul Fitri di hampir semua bioskop utama di seluruh Indonesia.

Dalam era televisi swasta dan menurunnya jumlah produksi film, DKI pun lantas memulai serial televisi sendiri. Serial ini tetap dipertahankan selama beberapa lama. Kasino, wafat pada usia 47 tahun, di selasa malam tanggal 16 Desember 1997, di rumah sakit cipto Mangunkusumo Jakarta Setelah menderita tumor otak. Kasino meninggalkan satu istri dan dua anak. Setelah Dono juga meninggal pada tahun 2001, Indro menjadi satu-satunya personel Warkop. Sedangkan Nanu sudah meninggal tahun 1983 karena sakit liver dan dimakamkan di TPU Tanah Kusir Jakarta

Jojon

Jojon memiliki nama asli Djuhri Masdjan, dikenal sebagai pelawak legendarsi Indonesia. Bersama Cahyono dan Uuk, ia pernah sukses mengusung Jayakarta Grup, dan tampil rutin di TVRI.

Kini Jojon, lebih sebagai pelawak 'mandiri', meski penampilannya dapat menyatu dengan grup dan siapa pun, baik pelawak dari generasi tua mau pun pelawak muda yang jauh dari dirinya. Pelawak saat ini yang kerap tampil dengannya, di antaranya Trio Patrio (Eko, Akri dan Parto), Bolot, Mali, Ulfa dan lain-lain.

Sosok Jojon dalam penampilannya memiliki ciri khas, yakni penampilannya dengan kumis kecil ala Charlie Chaplin dan sikapnya yang blo'on serta menjadi korban gojlokan bagi teman-temannya.

Selain itu, Jojon juga telah membintangi sinetron Tiga Dara Mencari Cinta, Oke Boss, Apa Ini Apa Itu dan Kerajaan Sahur. Kini Jojon rutin tampil di acara Santai Bareng Yuk (SBY) yang tayang di ANTV.

Irfan Hakim

Irfan Hakim Firmansyah (lahir di Bandung, Jawa Barat, 15 Oktober 1975; umur 37 tahun) adalah model, pelawak, pemain sinetron, dan pembawa acara Indonesia.
Putra ketujuh dari delapan bersaudara pasangan H. Rosyid Sukarya dan Hj. Juariah ini telah terbiasa berada di atas panggung, baik untuk membaca puisi, menari maupun menyanyi. Bahkan pada tahun 1997, Irfan pernah menjadi duta seni Indonesia. Irfan mendapat kesempatan pergi ke Jepang dan Eropa untuk menunjukkan kebudayaan Indonesia. Pengalaman tersebut membulatkan tekadnya untuk serius menekuni profesi di dunia hiburan.

Irfan mengawali karier profesionalnya sebagai model. Kemudian merambah menjadi bintang iklan, pemain sinetron, dan pembawa acara. Acara yang digawangi oleh ikon Sarimi ini antara lain Game Zone, Unik, KDI 3, KDI 4, KDI 5, Titian Semangat, dan Insert Pagi. Sedangkan sinetron yang pernah dibintanginya adalah Anak Mami Jatuh Cinta, Joe Bebek, Kurindu Jiwaku, Putri Keempat, dan Bang Jagur.

Pada tanggal 7 Juli 2007, Irfan menikah dengan Della Sabrina Indah Putri, putri semata wayang Panglima Kodam (Pangdam) VII Wirabuana Mayjen TNI Arief Budi Sampurno. Della adalah lulusan D3 Teknik Informatika STT Telkom tahun 2004. Mereka dikaruniai anak perempuan, Aisha Maydina Hakim, yang lahir pada tanggal 1 Mei 2008. Mereka melahirkan anak kembarnya, Rakana Hakim dan Raina Hakim, yang lahir pada tanggal 21 Mei 2010.

Irfan Hakim juga membintangi produk Sarimi di iklan TV Lokal,dan ia juga membawakan acara di TransTv yang berjudul Makin Gaya dan di Antv yang berjudul Siapa Takuut...!

Gading Martin

Angling Gading atau lebih akrab dikenal sebagai Gading Marten (lahir 8 Mei 1982; umur 30 tahun) adalah aktor Indonesia.

Gading adalah putra aktor Indonesia Roy Marten dan Farida Sabtijastuti.
Gading dikenal sebagai bintang di banyak sinetron remaja, serta menjadi bintang tamu di sejumlah acara televisi. Beberapa sinetron yang pernah dibintangi ibu tirinya, Anna Maria ini antara lain Kisah Sedih Di Hari Minggu, Hingga Akhir Waktu, Liontin 2, ABG, Luv, Si Cantik dan Si Buruk Rupa, Aku Bukan Rio, Manusia Bodoh, Putri yang Terbuang dan Jelita. Alumnus fakultas Ekonomi Manajemen Universitas Atma Jaya Jakarta ini juga turut mendukung film Love.


Gading juga kerap kali menarik perhatian publik karena kehidupan pribadinya. Dia tercatat pernah menjalin kasih dengan model Aline, pemain sinetron Astrid Tiar, dan Nirina Zubir. Gading juga sempat berpacaran selama 7 bulan dengan Renny Sutiyoso, putri Gubernur DKI saat itu, Sutiyoso. Awal tahun 2007, Gading pernah menghadapi masalah seputar ancaman pembunuhan lewat SMS. Merebak dugaan, SMS tersebut berkaitan dengan perilaku Gading yang sering merebut pacar orang lain. Masalah tersebut akhirnya dilaporkan Gading ke Polda Metro Jaya. Masalah tersebut selesai setelah pelaku teror, berinisial OL, ditemukan. Pada tanggal 10 April 2012, saat Gisella Anastasia sedang mengisi acara di 'Inbox', Gading menyatakan cintanya kepada Gisella Anastasia, yang langsung diterima oleh Gisella Anastasia

Eko Patrio

Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio (lahir di Tanjunganom, Nganjuk, Jawa Timur, 30 Desember 1970; umur 42 tahun) adalah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia periode 2009-2014 dari Partai Amanat Nasional. Sebelumnya ia berprofesi sebagai pelawak yang tergabung dalam kelompok bernama Patrio. Ia dilahirkan dari pasangan ayah Sumarsono Mulyo dan Sumini.

Ketika masih SMA, tokoh kelahiran Kampung Kurung Lor ini membentuk kelompok lawak Seboel, singkatan dari "Sekelompok Bocah Eling", bersama Jejen dan Tejo. Mereka memenangkan sebuah lomba lawak yang diadakan Radio Suara Kejayaan. Sebagai penyiar radio, ia berkenalan dengan Miing atau Dedi Gumelar dari kelompok Bagito, ketiga anggota Warkop DKI, Ulfa Dwiyanti, Akri, dan Parto.

Setelah itu Tejo dan Jejen digantikan oleh Taufik Savalas dan Akri. Setelah Taufik keluar, kelompok Seboel dibubarkan dan Eko masuk Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta untuk menuntut ilmu. Ketika ia lulus kuliah, ia kembali membentuk kelompok lawak baru bernama Patrio bersama Akri dan Parto. Kelompok ini kemudian muncul di Televisi Pendidikan Indonesia dengan acara Ngelaba, dan mulai terkenal.

Eko menikah dengan aktris Viona Rosalina pada 12 Oktober 2001. Dari perkawinan mereka dikaruniai tiga orang anak, masing-masing Syawal Adrevi Putra Purnomo, Naila Ayu, dan Cannavaro Adrevi Putra Purnomo.

Melalui PAN, Eko menjadi Caleg nomor urut satu (1) untuk daerah pemilihan Jawa Timur 8, yang mencakup Kabupaten Nganjuk, daerah kelahiran orangtuanya.

Dicky Candra

Diky Candra yang mempunyai nama asli Raden Diky Candranegara lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, 12 Mei 1974 adalah seorang pria Indonesia yang berprofesi sebagai pelawak, MC, sutradara, penulis naskah dan aktor dalam dunia hiburan di tanah air. Dicky dengan ciri khas banyolan-banyolan nya yang lucu cukup dikenal publik sehingga tak heran masyarakat Kabupaten Garut pun memilihnya menjadi wakil bupati Garut untuk periode 2009-2013, berpasangan dengan HM Aceng Fikri.

Diky memulai kariernya di dunia hiburan dengan menjadi coverboy majalah Mode. Setelah gagal dalam mencoba peruntungan dengan merilis album berjudul "Boleh Nggak" Diky akhirnya lebih banyak berkecimpung di dunia sinetron. Pria beragama Islam ini pernah berakting dalam sinetron Srikhanti, Lorong Waktu (1 dan 2), Titip Rindu Buat Ayah, Bidadari Yang Terluka, Arjuna Mencari Cinta, Jaka Sembung serta Romi dan Yuli. Ia juga pernah hadir sebagai bintang tamu dalam beberapa acara lawak di televisi tanah air seperti Ketoprak Humor (RCTI), Ludruk Kirun (TPI), Gelatak-Gelitik Campur Sari (TVRI), sampai Komedi TopLes (RCTI).

Pada tahun 2008 Diky mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Garut mendampingi calon bupati Aceng Fikri sebagai wakil kelompok independen. Setelah melalu dua putaran pemilihan akhirnya Aceng-Diky terpilih menjadi Bupati-Wakil Bupati Garut untuk periode 2009-2014.


Namun di bulan September 2011 Diky mengejutkan publik garut dengan mengundurkan diri dari jabatan Wakil Bupati Garut periode 2009-2013, dengan alasan sudah tidak sejalan lagi dengan sang bupati HM Aceng Fikri, kendati ditolak DPRD Garut, Diky keukeuh dengan pendiriannya. Sehingga langkah itu menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat Kabupaten Garut, khususnya warga masyarakat yang memilih pasangan calon bupati dan wakil bupati dari independent dalam Pemilukada.

Diky menikah dengan Rani Permata, (mantan pemain sinetron dan janda satu anak). Dari perkawinan ini mereka mempunyai tiga anak. Ia selalu mengedepankan keutamaan pendidikan agama kepada anggota keluarganya. Ia menambahkan penerapan itu menggunakan prinsip tanpa cara-cara pemaksaan dan mendorong kesadaran.

Terhadap pers ia relatif terbuka sehingga Diky relatif "aman" dari isu-isu miring di media. Ia mengakui, masa lalunya dilewatkan dengan pergi ke pesta-pesta dan minum minuman keras. Hal ini sekarang sudah dijauhinya

Daus Mini

 Sosok Daus Mini memang sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar masyarat pencinta hiburan tanah air, karena ia selalu tampil menghibur dalam berbagai acara di TV tubuhnya yang kecil mungil dan hanya memiliki tinggi sekitar 100cm itu sudah sangat familir bagi dan mudah di ingat sehingga seandaiya bertemu Daus ini tidak akan mudah pangling meski dalam kerumunan heheh...Meski tubuhnya kecil lelaki yang hanya dengan berat badan tidak lebih dari 20 kg atau jauh dibandingkan dengan berat badan  itu ternyata memiliki jiwa besar, menurutnya ia tidak pernah mempermasalhkan kondisinya yang seperti itu, justri sebaliknya sangat bersyukur dan mensyukuri semua yang ada pada dirinya. Hal itu pula yang bisa menjadi pelajaran buat kita untuk mensyukuri apa yag kita miliki dan tidak mempermasalahkan kekurangan yang terdapat pada diri kita sehingga kita bisa hidup bahagia seperti yag dialami Daus Mini

Daus Mini merupakan sosok pelaku entertainment komedian dan disukai banyak orang, laki-laki yang megaku tidak suka pacaran dan mengaku lebih baik kawin (beristri) itu beberapa waktu lalu melamar seorang gadis normal bernama Yunita Lestari dan kini sudah memiliki anak.Daus mini terlahir kecil meski dalam garis keluarganya tidak memeiliki perawakan sepertinya ia tetap mengaku enjoy bahkan tahun iini ia mengaku membintangi sebuah film layar lebar berperan sebagai chiness.

Haji Bolot

Bolot (lahir di Bogor, 10 Mei 1942) adalah seorang pelawak dan pemain lenong Betawi. Dalam setiap lawakannya, Bolot berperan sebagai seorang yang bodoh dan hanya dapat mendengar kalau berhubungan dengan wanita atau uang. Hampir disetiap lawakannya Bolot ditemani oleh Malih Tong-Tong.

Bolot, yang bernama asli H.Muhammad dikenal publik Indonesia sebagai seorang komedian dan pemain lenong Betawi. Dalam setiap penampilannya, senjata yang digunakan oleh Bolot adalah gayanya yang bodoh dan budeg. Dirinya hanya akan 'sembuh' dari sakitnya ini jika masalah yang dibicarakan adalah uang atau wanita.Hampir di setiap lawakannya, ataupun acara yang diikutinya, dirinya ditemani oleh sang partner setia, Malih Tong-Tong.

Bukan hanya komedi yang digeluti pria kurus ini, namun juga beberapa film. Namanya sempat tercatat sebagai pemeran minor dalam beberapa film seperti MAS SUKA, MASUKiN AJA BESAR KECIL IT'S OKAY (2008) dan SEHIDUP (TAK) SEMATI (2010).Kabar terkini mengenai Bolot adalah dirinya sedang mengikuti beberapa jejak rekan-rekannya sesama selebriti, dengan terjun ke dunia politik.Pada awal 2010, Bolot menyatakan bahwa dirinya akan menjadi Calon Walikota Tangerang Selatan pada Pilkada yang diadakan pada Oktober 2010. Meskipun belum ada kepastian dari partai politik mengenai dukungan kepada Bolot, namun dirinya mengaku yakin dan siap menjadi Walikota tempat yang pernah juga dipilih Rano Karno untuk terjun dalam dunia politik ini.Namun, pada pertengahan 2010, Bolot mengabarkan bahwa dirinya adalah sekedar Juru Kampanye untuk pasangan Yayat Sudrajat dan Norodom untuk menjadi kepala daerah yang sama

Bokir

H. Muhammad Bokir bin Dji'un (lahir di Cisalak Pasar, Bogor, Jawa Barat, pada 25 Desember 1925 - wafat di Jakarta, 18 Oktober 2002) adalah seorang seniman lenong Betawi. Dia terlahir dari pasangan Mak Kinang & Dji'un, serta bersaudara dengan Dalih bin Dji'un dan Ni'iih bin Dji'un.
Sejak belasan tahun Bokir ikut bapaknya Ji'un dalam rombongan topeng Betawi. Mulai 1963 memimpin group sendiri, "Setia Warga". Sesudah muncul di TVRI (1975) dan pentas TIM (1976), namanya melejit meski disalah-kaprahkan sebagai bintang lenong. Pada tahun 1995 Haji Mohammad Bokir menegaskan bahwa dia itu sebenarnya pemain topeng, sejak dari ayah dan kakeknya semuanya pemain topeng. Debutnya di film sebagai pemain pembantu dalam Duyung Ajaib (1978). Walaupun pada 90-an grup topengnya mulai kurang panggilan, tetapi Bokir sendiri tetap masih diminati, baik untuk layar perak maupun layar kaca. Pada 1995 ikut sinetron Pengantin Santai dan Koboi Kolot, tahun 1997 dalam Fatima dan Pelangi di Rumah Susun.

Bedu

Bedu merupakan pelawak asal Indonesia. Ia sempat bergabung dengan grup lawak Cagur. Karirnya memuncak ketika ia ikut dalam sitkom "Komedi Betawi".

Bedu adalah aktor dan pelawak Indonesia. Pelawak yang bernama lengkap Bedu Tohar ini memulai karirnya sejak bergabung dengan kelompok lawak Cagur yang digawangi oleh Denny, Narji, dan Bedu sendiri. Setelah ia keluar dari kelompok Cagur dan tampil sendiri, tempatnya digantikan oleh Wendy. Nama Bedu sedikit meredup setelah keluar dari trio Cagur. Namun sejak bermain dalam dua situasi komedi (sitkom) lenong bertajuk Komedi Betawi dan Ngelenong Nyok, yang tayang di stasiun TransTV, namanya mulai bersinar kembali. Tak hanya tampil di televisi, Bedu juga menjadi penyiar radio Mustang dan tampil sebagai presenter di beberapa acara, baik off-air maupun on-air.

Basuki

 Agus Basuki Bin Suwito Hadiwiryono (lebih dikenal sebagai Basuki; lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 5 Maret 1956 – meninggal di Jakarta, 12 Desember 2007pada umur 51 tahun) adalah seorang pelawak Indonesia. Ia melewati masa kecilnya di Semarang. Ayahnya adalah Pete alias Suwito, seorang mantan anggotaSrimulat.
Pete dan Basuki memang serupa tapi tak sama. Yang satu bapak, satunya anak. Uniknya, dalam kancah wayang orang yang pada awalnya mereka libati, khususnya Wayang Orang (W.O.) Sri Wanito Semarang, keduanya sama-sama sering mendapat peran sebagai anggota punakawan Gareng.
Keserupaan yang lain, sudah pasti adalah keterampilan tari mereka. Ditambah dengan keluwesan ibu Basuki yang penari di Sriwedari Surakarta, sehingga karena pintar menari sejak kecil, Basuki pun jadi punya tubuh lentur yang salah satunya ditampilkan dengan tambahan narasi "Wes-ewes-ewes" iklan salah satu perusahaan jamu.
Basuki mengidolakan bapaknya sendiri dan almarhum Benyamin S.
Usai berkarier di W.O. Sri Wanito, Basuki mencoba ikutan di Srimulat. Melalui proses penyesuaian dan belajar beberapa lama, akhirnya ia diterima di Srimulat. Maka, mulai 1981 - 1986 Basuki pun mengembangkan karier di gudang para pelawak itu.
Setelah keluar dari Srimulat ia pernah membentuk grup Merdeka bersama Kadir, Timbul, Nurbuat, dan Rohana yang tidak bertahan lama. Tiga orang yang tertinggal yaitu Basuki, Kadir, dan Timbul lalu membangun Batik Grup yang ternyata juga hanya bertahan 3 tahun.
Pada tahun 1992, Tino Karno menyampaikan tawaran Rano Karno pada Basuki untuk mendukung serial Si Doel Anak Sekolahan sebagai tokoh bernama Karyo. Berawal sebagai bintang tamu hanya untuk 2 atau 3 episode dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan I, akhirnya pada Si Doel III dan IV ia dipercaya sebagai pemain tetap.
Basuki meninggal dunia pada tanggal 12 Desember 2007 saat bermain futsal dengan teman-temannya

Aziz Gagap

Muhammad Azis (lahir di Jakarta, 22 Desember 1973; umur 39 tahun dikenal luas dengan nama Azis Gagap) adalah pelawak dan pemeran Indonesia
Azis mengawali karier melawak melalui panggung lenong dari satu kelurahan ke kelurahan lain. Selanjutnya, pada tahun 1999 ia mulai bekerja dengan Bagito dalam acara "Paviliun 21" di TVRI. Azis dengan melawak bersama Bagito berkenalan dengan Patrio.

Sejak tahun 2008 karier Azis mulai menanjak dengan melawak dalam Opera Van Java bersama Parto, Sule, Andre Taulany, dan Nunung. Azis juga sudah merambah dunia menyanyi dengan mengeluarkan album.

Disamping sebagai aktor dan komedian di dunia hiburan, Aziz Gagap juga seorang yang dermawan dan sangat peka terhadap masalah sosial. hal demikian dibuktikan dengan keterlibatan dan aktivitas sosialnya dengan mendirikan sebuah pesantren bernama "Padepokan Aziziyah" di Bogor. sebuah tempat belajar yang diperuntukkan bagi anak-anak yang kurang beruntung secara ekonomi. di padepokan yang saat ini sedang dibangun ini siswa dan siswinya di bebaskan dari biaya.

Arie Untung

Arie Kuncoro Untung atau lebih sering dikenal dengan nama Arie untung merupakan artis kelahiran 15 Januari 1977 yang berprofesi sebagai presenter sekaligus pemain film indonesia. Debutnya di dunia hiburan diawali ketika dirinya menjadi salah satu VJ MTV. Setelah memutuskan keluar dari MTV, Arie pun mulai menjadi aktor di berbagai film. Film perdananya berjudul “Brownies” tahun 2004 yang diperankannya bersama artis cantik Marcella Zalianty. Saat ini, Arie untung juga berperan sebagai presenter di acaranya Gong Show yang di bawakannya bersama Adul, Komeng, dan juga Olga Syahputra. Arie untung juga menjadi komedian di acara Tawa Sutra XL bersama budi anduk dan pepi.
Dalam kehidupan pribadinya, arie pernah menjalin kasih dengan wanita bernama Luna Richi Salam. Tetapi, arie lebih memilih Fenita Javanti untuk mendampingi hidupnya, karena pada tanggal 5 Februari 2005 ia menikahin Fenita. Pada pernikahannya, arie untung dikaruniai dua anak yaitu Misbareta Fathir Gavin Daffa (lahir 10 November 2005) dan Misbareta Aisyah Mikhaila (lahir 5 Maret 2008).
Arie untung juga sempat digossipkan kalau dirinya kedapatan tengah berfoto mesra dengan seorang perempuan yang beredar luas di dunia maya, setelah didesak, arie pun mengaku bahwa cewek itu adalah wanita yang bernama Gaby dan masih SMU pada saat itu.

Andre Taulany

H. Andre Taulany akrab disapa dengan Andre (lahir di Jakarta, 17 September 1974; umur 38 tahun) adalah seorang penyanyi, pemain film dan pelawak Indonesia.
Setelah bergabung dengan grup band Stinky boy, nama Andre lebih terkenal dengan Andre Stinky. Bersama Irwan (bass), Nanno (gitar), dan Edy (drum) serta Ndang (gitar); Stinky telah merilis 8 album di luar The Best Of Stinky dan Love Song Of Stinky. Album teranyar mereka bertajuk Pecinta Sejati dirilis tanggal 19 Mei 2007. Seperti album terdahulu grup band yang pernah meraih penjualan 1 juta kopi lewat hits mereka "Mungkinkah" dan "Jangan Tutup Dirimu", dalam album tersebut mereka juga masih mengusung tema cinta.

Andre akhirnya keluar dari grup band Stinky yang sudah membesarkannya, dan mencoba untuk bersolo karier, hits yang pernah dikeluarkan adalah lagu Cintailah Istanaku yang juga menjadi OST. Sinetron Akulah Arjuna.

Selain menyanyi dan bermusik, putra pasangan Robby Haumahu dan Rasidah Hanum Hasibuan ini juga menjajal dunia akting dengan bermain di beberapa judul film, diantaranya Kiamat Sudah Dekat (2003) dan Cerita Cinta (2001). Akhir-akhir ini Andre Taulany sibuk dengan Komedi TV di beberapa stasiun TV swasta.

Setelah berhubungan dengan beberapa wanita, di antaranya, Linda Rachman, Indah Ludiana dan Ayu Pratiwi. Laki-laki dengan tinggi 173 cm dan berat 56 kg ini akhirnya menambatkan hatinya pada wanita keturunan Minang, Rien Wartia Trigina (biasa dipanggil Erin). Mereka menikah pada tanggal 17 Desember 2005. Pada tanggal 30 November 2006, Istri Andre melahirkan anak pertama mereka yang berjenis kelamin laki-laki yaitu Ardio Raihansyah Taulany. Pada tanggal 19 Januari 2009, Istri Andre melahirkan anak kedua mereka yang berjenis kelamin laki-laki yaitu Arkenzy Salmansyah Taulany.Pada tanggal 19 Oktober 2011, Istri Andre melahirkan anak ketiga mereka yang berjenis kelamin perempuan yaitu Arlova Carissa Taulany

Aming

Aming memiliki nama lengkap Aming Sugandhi dikenal sebagai komedian yang terkenal lewat acara komedi Extravaganza di Trans TV. Selain itu juga dikenal sebagai bintang iklan, untuk produk kartu AS dari telkomsel.

Aming yang lahir 7 November 1980 itu, merupakan anak kesembilan dari tujuh belas bersaudara. Selain itu, Aming dikenal sebagai sosok yang kerap memerankan karakter sebagai seorang perempuan.

Peraih gelar MTV Music Award 2005 yang juga lulusan ITB (Institut Teknologi Bandung) itu, selain aktif dalam paket komedi juga dikenal sebagai pemain sinetron, presenter dan bintang layar lebar.

Film yang dibintangi Aming, antara lain JANJI JONI (2005), GET MARRIED (2007), QUICKIE EXPRESS (2007), DOA YANG MENGANCAM (2008) dan GARA-GARA BOLA (2008).

Akri Patrio

Akri adalah seorang pelawak dan aktor Indonesia. Akri mulai dikenal sejak bergabung kelompok lawak Patrio bersama Eko dan Parto yang tampil rutin di acara Ngelaba di TPI.

Sebelumnya, lulusan UHAMKA (Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA), Jakarta, Fakultas Sastra dan Seni Bahasa Indonesia ini juga menjadi penyiar di SK radio. Di mana kemudian dipertemukan dengan Eko dan Parto dan mendirikan Patrio pada 1994.

Lahir 4 Mei 1969, Akri juga tampil sebagai bintang sinetron dengan karakter komedinya. Termasuk sinetron sukses PARA PENCARI TUHAN arahan sutradara dan aktor Deddy Mizwar.

Selain itu, Akri dalam beberapa kesempatan menjadi pemandu acara dialog religi dan bahkan mejadi nara sumber. Disusul juga penampilannya sebagai juri acara adu bakat Pidacil di TPI.

Ade Namnung

 Syamsul Effendi alias Ade Namnung merupakan seorang komedian sekaligus pembawa acara kondang yang sudah memiliki jam terbang cukup tinggi. Tubuh tambun dan tawa lepasnya merupakan ciri khas yang menempel pada sosok Ade.

Cowok kelahiran Jakarta, 10 April 1977 ini sempat membentuk sebuah grup lawak bernama Trio OIO yang terdiri dari dirinya, Reza Bukan, dan Farid. Trio lawak ini berdiri lantaran para personelnya yang bekerja di sebuah café iseng menghibur para pengunjung dengan banyolannya. Tak disangka, lawakan mereka justru disambut baik hingga akhirnya  terbentuklah trio lawak bernama Trio OIO.

Trio OIO langsung melejit namanya ketika membawakan sebuah acara lawak di TV bersama dengan Almarhum Taufik Savalas, yaitu Asli Atau Palsu?

Sayangnya, trio lawak yang sudah melambung namanya ini justru harus bubar lantaran mashing-masing personel sudah sibuk dengan kegiatan pribadinya. Konflik yang terjadi dengan manajer manajemen mereka pun dikabarkan menjadi salah satu penyebab bubarnya Trio OIO.
   
Kemudian, Ade juga membintangi acara komedi Tawa Sutra di ANTV bersama Steny Agustaf, Ruben Onsu dan Fanny Fadillah. Selain piawai berakting, Ade juga jago membawakan acara seperti DahSyat.

Dibalik tawa riang yang ditunjukan Ade, beredar kabar mengejutkan seputar kondisi tubuhnya. Pasalnya, pada akhir tahun 2011, Ade mengalami stroke ringan yang menyebabkan dirinya harus dirawat intensif selama beberapa minggu. Bahkan, sebagian tubuh Ade mengalami lumpuh.

Siapa sangka, kondisi kesehatan Ade yang semakin membaik dan diizinkan untuk pulang ke rumah justru kembali drop. Ade mengalami serangan jantung yang semakin memburuk lantaran hipertensi yang dimilikinya, alhasil Ade pun menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Mitra Keluarga Cibubur pad apukul 11.45 WIB, Selasa, 31 Januari 2012.